Aktivis Anti Korupsi Desak Kejati Jabar Usut Tuntas Kasus Pasar Sindangkasih Majalengka, Diduga Ada Beking

Berita132 views

Kontrolnews.co – Bandung | Kasus dugaan gratifikasi pasar Sindangkasih di Majalengka terus didesak penanganannya hingga tuntas. Kasus ini pun menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat, termasuk para mahasiswa yang menggelar unjukrasa di depan Kantor Kejati Jawa Barat jalan L.L.R.E Martadinata pada Jumat (8/12/2023) sore kemarin.

Kali ini, aktivis anti korupsi Jawa Barat Agus Satria meminta pihak Kejati jabar untuk fokus dan serius dalam penuntasan kasus dugaan gratifikasi pasar Sindangkasih Majalengka tersebut.

Menurut Agus, Kejati harus segera menangkap Ivan Nur Alam yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga  H. Alan Partimbang Ucapkan Selamat Untuk H. Delit Suparman Terpilih Sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Garut Periode 2023-2027

“Ini harus segera dituntaskan. Kami dari aktivis anti korupsi meminta Kejati segera menangkap Ivan Nur Alam yang telah jadi tersangka. Jangan tebang pilih,” tegas Agus.

Agus menduga, ada beking besar yang berada dibalik kasus ini.

“Pokonya ada backing pembesar, kami akan melaporkan ke Mendagri, Presiden RI dan Ketua Partai di Kabupaten Majalengka,” ujarnya.

Baca Juga  Program Konversi Motor Listrik Terus Digenjot, Ketersediaan Bengkel Terus Ditambah

Dalam waktu dekat, sambung Agus, pihaknya akan menggelar aksi di Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk meminta penyelesaian kasus tersebut.

“Kami akan aksi di Kejagung RI dan mencari siapa yang backing kasus ini,” ungkap Agus Satria.

Sebelumnya, ratusan massa yang mengatasnamakan diri Aktivis Anak Bangsa dan Mahasiswa melakukan unjukrasa dan orasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) pada Jumat (8/12/2023) siang.

Baca Juga  Permasalahan antara Oknum Anggota Polri Polres Keerom dan Wartawan Diselesaikan Secara Damai

Massa pendemo menuntut penyelesaian kasus dugaan korupsi gratifikasi Pasar Cigasong Kabupaten Majalengka yang ditangani Kejati Jabar.

Dalam perkara ini, Penyidik Kejati Jabar sudah menetapkan dua orang tersangka dan sempat memeriksa anak Bupati Majalengka Irfan Nur Alam (INA) namun tidak ada kelanjutan.

Komentar