Belum Mereda, Proyek Masjid Al-Jabbar Kembali Diungkit Aktivis Anti Korupsi

Berita133 views

Kontrolnews.co – Bandung | Sejumlah aktivis penggiat anti korupsi Jawa Barat, yang tergabung dalam Pergerakan Aktivis Anti Korupsi kembali mengungkit proyek pembangunan Masjid Al-Jabbar Jawa Barat yang menelan biaya Rp 1,2 triliun.

Koordinator Aktivis, Agus Satria mengaku sudah membuat laporan pengaduan kepada KPK terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar yang terletak di Gedebage, Kota Bandung tersebut.

Menurut Agus Satria, pelaksanaan proyek masjid yang dirancang Ridwan Kamil tersebut diduga sarat KKN. Bahkan hasil penelusurannya, Agus Satria menyebut proyek Masjid Al-Jabbar diduga kuat merugikan negara sebesar puluhan miliar akibat kelebihan bayar kepada salah satu kontraktor.

Agus menuding, dugaan kerugian negara ini bukan tanpa dasar. Menurutnya, dugaan kerugian negara itu juga diperkuat oleh laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI dan juga berdasarkan hasil investigasi yang dilakukannya.

Baca Juga  Pastikan Pilkades Serentak Aman, Forkopimda Mojokerto Cek Kesiapan TPS 

“Oleh karena itu kami mendesak agar KPK segera turun tangan mengusut tuntas dugaan korupsi pada proyek Masjid Al-Jabbar ini. Mari masyarakat Jawa Barat kita kawal kasus ini hingga tuntas,” kata Agus Satria.

Agus juga menyoroti pernyataan Ridwan Kamil yang membantah dan menyebut soal informasi kelebihan bayar tersebut sebagai informasi menyesatkan. Padahal, kata Agus, informasi kelebihan bayar tersebut adalah berdasarkan data LHP BPK RI.

“Justru kita pertanyakan kenapa Ridwan Kamil memberikan informasi menyesatkan terkait besaran dana yang digunakan membangun Masjid Al-Jabbar. Dia menyebutkan habis Rp 1 triliun. Padahal Masjid Al-Jabbar menghabiskan anggaran lebih dari Rp 1,2 triliun,” ungkap Agus.

Baca Juga  Dengan Membawa Harapan Rakyat, H Alan Partimbang Siap Menangkan Pemilu 2024

Hal tersebut, lanjut Agus, menunjukkan bahwa ada hal yang ditutup-tutupi dalam proyek pembangunan Masjid Al-Jabbar tersebut. Sekali lagi, ia meminta agar KPK untuk tidak ragu dan segera turun untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kalau benar terjadi korupsi di proyek Masjid, ini benar-benar sangat keterlaluan. Kami minta KPK segera membongkar dugaan korupsi ini agar menjadi terang berderang,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan hasil penelusurannya melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Agus mengaku memperoleh data bahwa ternyata ada banyak kejanggalan dalam proses tender atau lelang Masjid Al-Jabbar tersebut.

“Kami menemukan ternyata ada satu perusahaan yang memenangkan tender tanpa dia ikut proses tender, melainkan melalui penunjukkan langsung. Ini menunjukkan bahwa proyek ini sarat KKN terutama nepotisme dan korupsi,” ungkap Agus Satria.

Baca Juga  Kejaksaan Negeri Lombok Timur ; Perkara Dugaan Korupsi PWI Lotim Masih Lidik

Tak hanya mendapati ada perusahaan yang mendapatkan tender melalui mekanisme penunjukkan langsung, Agus menyebut ternyata perusahaan tersebut mendapatkan tender melalui penunjukkan langsung lebih dari satu kali.

“Bahkan ada perusahaan yang mendapatkan tender beberapa kali,” kata dia.

Agus menjelaskan, disamping itu sejumlah pihak sebelumnya juga menyoroti anggaran pembuatan konten Masjid Al-Jabbar yang disebut-sebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 20 miliar. Nilai anggaran itu, kata dia, dinilai sangat tidak rasional dan patut dipertanyakan.

Komentar