Wartawan di Usir Saat  Meliput Kegiatan Penutupan Pelatihan  Kompetisi Dana DBHCHT  2024 Kabupaten Sragen

Berita Utama832 views

Kontrolnews.co – Sragen | Saat wartawan minta ijin meliput kegiatan pelatihan berdasarkan Unit kompetensi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) tahun 2024, yang dilaksanakan di desa Jambean, kecamatan Sambirejo, kabupaten Sragen Jawa Tengah oleh Balai Latihan Kerja (BLK) kabupaten Sragen. Seorang Wartawan di larang meliput dan di usir oleh pegawai BLK. Jumat, 17 Mei 2014.

Pada saat wartawan media kontrolnews.co menemui kepala desa Jambean, meminta ijin untuk meliput kegiatan di desanya sang kades mengijinkan dengan senang hati.

Pak Saya dari media kontrolnews.co, ijin untuk meliput kegiatan yang ada di desa Jambean,”kata wartawan meminta ijin.

Silahkan pak, dengan senang hati kami mengijinkan bapak untuk meliput, justru itu bisa membantu mengangkat potensi yang ada di desa Jambean ini,” ucap kades.

Lebih lanjut, wartawan tersebut mengambil dokumentasi dengan Hpnya, dan mendatangi seorang Ibu (pegawai) BLK kabupaten Sragen untuk meminta ijin konfirmasi dan meliput kegiatan yang diadakan.

Baca Juga  Jembatan Timbang Jln. Raya Ngawi - Solo Terpantau Sangat Sepi 

Ijin Bu saya dari media Kontrolnews.co, untuk konfirmasi terkait kegiatan ini dan mempublikasikan di media kami,” kata wartawan.

Foto: pegawai BLK kabupaten Sragen yang mengusir wartawan saat meliput kegiatan

Apa bapak sudah ijin ke dinas, saya kenal dengan semua wartawan dari dinas Kominfo sragen. Gak usah di liput silahkan bapak keluar dan tunggu di luar,” Tegas ibu pegawai BLK yang tidakmau menyebutkan namanya.

Tri Sofyan Effendi selaku Wapimred media kontrolnews.co sangat menyayangkan, tindakan Pejabat yang mengusir wartawan saat meliput kegiatan.

Baca Juga  KMHDI Mengajar Tahun 2024, Digelar Serentak di 22 Provinsi

“Menghalangi wartawan atau jurnalis pada saat menjalankan tugasnya dapat dipidana. Bagi seseorang yang dengan sengaja menghalangi wartawan menjalankan tugasnya dalam mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers,” Tuturnya

Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan, Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja, melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Baca Juga  Iring - iringan Rombongan Melasti Umat Hindu, Padati Kawasan Ekowisata Jembatan Cinta Bekasi

Dengan demikian, seseorang yang dengan sengaja menghambat dan menghalangi tugas wartawan, otomatis melanggar ketentuan pasal tersebut dapat diancam pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah,” jelasnya.

Komentar