Cek Kesehatan Gratis, 600 Warga Kecamatan Antapani Deteksi Dini Gejala Penyakit

Pemerintahan121 Dilihat

Kontrolnews.co – Bandung | Sebanyak 600 warga Kecamatan Antapani mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula IPHI, Lapangan Gasmin Kecamatan Antapani, Rabu 13 Agustus.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah preventif untuk mendeteksi dini gejala penyakit, sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan CKG ini. Ia meminta masyarakat proaktif mengecek kesehatan sebelum muncul keluhan yang berat.

“Kesehatan itu anugerah yang sering kita lupakan nilainya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Bisa saja kita punya penyakit tanpa kita sadari, makanya periksakan diri sejak dini,” ujar Erwin.

Baca Juga  Lampaui Target, 36 ATM Beras Kota Bandung Telah Bantu 3.149 KK

Ia menambahkan, kegiatan ini adalah contoh kerja sama lintas sektor yang sejalan dengan semangat kolaborasi Pemkot Bandung.

“LPM bersama pemerintah membantu masyarakat dalam kebaikan, sehingga kita bisa beribadah lebih baik dengan tubuh yang sehat,” katanya.

Erwin berharap, kegiatan ini dapat rutin dilakukan agar kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan terus meningkat.

“Langkah seperti ini adalah investasi untuk masa depan. Semoga semua warga Bandung bisa hidup sehat, bugar, dan bahagia,” tuturnya.

Baca Juga  Canggih! Pemkot Bandung Raih Predikat Tertinggi Smart City dan SPBE

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, Deborah Johana Rattu menjelaskan, layanan yang diberikan dalam CKG ini mencakup berbagai pemeriksaan sesuai siklus hidup peserta.

“Ada skrining kesehatan seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, indeks massa tubuh, cek gula darah sewaktu, pemeriksaan mata, gigi, dan mulut. Pemeriksaan IVA atau skrining kanker leher rahim dirujuk ke Puskesmas masing-masing. Kami juga menyediakan EKG bagi yang memiliki faktor risiko,” katanya.

Peserta kegiatan berasal dari seluruh kelurahan di Kecamatan Antapani, dengan dominasi usia produktif dan lansia.

Baca Juga  Ema Instruksikan Penanganan Tuntas Agar Peristiwa ODGJ Tak Terulang

Pemeriksaan dilakukan oleh tim dari Puskesmas Jajaway, Puskesmas Antapani, dan Puskesmas Griya Antapani, dibantu mahasiswa STIKes di wilayah tersebut.