Lombok Timur Gagas Skema WFH 50% Pasca-Lebaran: Respons Berani Hadapi Krisis Energi Global

Berita166 Dilihat

Kontrolnews.co – ​Lombok Timur, NTB | Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak hanya sekadar menggelar halal bi halal pada apel perdana pasca-libur Idul Fitri 1447 H, Rabu (25/03/2026). Dibalik suasana hangat silaturahmi di halaman Kantor Bupati, terselip sebuah pengumuman mengejutkan terkait masa depan pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memberikan sinyal kuat Pemkab tengah mempertimbangkan untuk mengadopsi kembali skema era pandemi: 50% Work From Home (WFH) dan 50% Work From Office (WFO).
​Bukan Karena Pandemi, Tapi Karena Energi

Baca Juga  Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak

​Langkah berani ini muncul bukan tanpa alasan. Bupati menyoroti ketegangan geopolitik dunia yang mulai berdampak nyata pada rantai pasok dalam negeri. “Kita melihat dampak konflik global mulai mengganggu pasokan BBM hingga tersendatnya impor bahan baku pupuk dan pangan. Ini adalah langkah antisipatif terhadap krisis energi,”ujar Bupati dihadapan ratusan ASN.

​Jika wacana ini direalisasikan, Lombok Timur akan menjadi salah satu daerah terdepan yang mengaitkan efisiensi pola kerja birokrasi dengan ketahanan energi nasional.
​
​Efisiensi BBM: Skema WFH dipandang sebagai solusi cerdas untuk menekan konsumsi bahan bakar ditengah ketidakpastian harga energi dunia. Meski jam kerja sempat disesuaikan selama Ramadan, Bupati memuji loyalitas ASN yang tetap menjaga kualitas pelayanan publik.

Baca Juga  Terkendala Lahan, Bupati Rudy Buka Opsi IPAL Bersama untuk Perusahaan

​Pemkab Lombok Timur saat ini tengah mengkaji teknis pelaksanaan sembari menunggu lampu hijau atau instruksi resmi dari pemerintah pusat.

​Momentum Saling Memuaskan Selain membahas strategi global, acara ini juga menjadi ajang “bersih-bersih” hati. Bupati atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, mengajak seluruh aparatur untuk kembali bekerja dengan semangat baru dan hati yang bersih.

Baca Juga  Pelatihan Dasar Mental dan Sikap Siswa UT School 2026 Resmi Ditutup, Kasrem Tekankan Pentingnya Karakter dan Integritas

“Lebaran” yang biasanya santai menjadi narasi “Kesiapsiagaan” yang relevan dengan kondisi ekonomi dunia saat ini.
​