Babinsa Pangkur Gotong Royong Percepat Pembangunan Jembatan Merah Putih di Babadan

Ngawi121 Dilihat

Kontrolnews.co – Ngawi | Babinsa Koramil Pangkur, Kodim 0805/Ngawi, bersama masyarakat terus bergotong royong dalam pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Pembangunan jembatan tersebut kini memasuki tahap pemasangan konstruksi baja dan pengelasan. Minggu (27/9/2026).

Batuud Pangkur, Pelda Joko, mengatakan proses pembangunan hingga saat ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Anggota babinsa bersama warga secara aktif membantu pekerjaan di lapangan guna mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan.

Baca Juga  Api Belum Padam Sepenuhnya, Polisi Ngawi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan dan Patroli Karhutla di Gunung Botak Diperkuat

“Kami selalu aktif membantu proses pembangunan agar dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Pelda Joko.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Merah Putih memiliki peran penting bagi masyarakat Desa Babadan. Jembatan tersebut menjadi penghubung antar-dusun sehingga mempermudah mobilitas warga, khususnya dalam menjalankan berbagai aktivitas perekonomian.

Dengan adanya akses penghubung yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengangkut hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, jembatan juga diharapkan dapat memperlancar aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat antar wilayah di desa tersebut.

Baca Juga  Anggota Koramil Sine dan Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Lereng Lawu Utara

Kegiatan gotong royong yang dilakukan Babinsa bersama masyarakat sekaligus menjadi wujud kepedulian TNI terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah binaan. Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin hingga pembangunan Jembatan Merah Putih rampung dan dapat digunakan secara optimal.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat Desa Babadan dan sekitarnya.

Komentar