Lombok Timur Siapkan ‘Benteng Digital’: Aplikasi SIGUMI Hadir Cegah Bencana di Kawasan Gunung Rinjani

Berita28 Dilihat

Kontrolnews.co – Lombok Timur |  Kawasan Gunung Rinjani tak hanya menawarkan pesona alam yang memukau, tetapi juga menyimpan potensi ancaman bencana gunung berapi dan dinamika alam yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Menyadari posisi strategis sekaligus tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi menggandeng Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan SIGUMI (Sistem Informasi Gunung Merapi Inklusif)—sebuah inovasi teknologi berbasis digital untuk keselamatan pariwisata dan masyarakat lokal.

Langkah terobosan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta pelatihan mitigasi bencana inklusif di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur.

Sentuhan Teknologi di Jalur Evakuasi
SIGUMI dirancang bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan sistem peringatan dini cerdas berbasis mobile yang siap menjadi pemandu keselamatan bagi para pendaki, wisatawan, hingga pengelola destinasi wisata di Rinjani.

Dua keunggulan utama aplikasi SIGUMI, yakni
Sistem Peringatan Dini (Fase Prabencana): Memberikan notifikasi dan informasi akurat terkini mengenai status potensi bahaya gunung berapi secara cepat.

Baca Juga  Perangi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Pemkab Bogor Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Pencegahan

Deteksi Berbasis Koordinat (Fase Tanggap Darurat), Menggunakan pemetaan lokasi presisi (coordinate-based) untuk mempermudah tim SAR dan BPBD menentukan titik keberadaan korban serta mempercepat proses evakuasi di lapangan.

“Dengan aplikasi SIGUMI, tim di lapangan akan jauh lebih cepat menentukan titik koordinat korban maupun mengeluarkan rekomendasi evakuasi secara akurat,”tegas Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi.

Bupati Lombok Timur, H. Hairul Warisin, menyambut hangat hadirnya aplikasi ini sebagai bagian dari transformasi digital daerah. Pemkab Lombok Timur berkomitmen mendukung penuh keberlanjutan program ini melalui penyusunan regulasi daerah.

“Kami sangat bersyukur atas hadirnya SIGUMI untuk langkah antisipasi. Pemerintah Daerah Lombok Timur siap mendukung penuh, tidak hanya lewat kebijakan, tetapi juga regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda),”ujar Bupati.

Baca Juga  Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas Atlet Kabupaten Bogor, Siap Berjuang di PESONAS II

Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2030, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berada di posisi ke-7 nasional untuk tingkat kerawanan bencana. Khusus di Lombok Timur, terdata sedikitnya 11 potensi ancaman bencana, mulai dari erupsi vulkanik, gempa bumi, banjir bandang, hingga cuaca ekstrem.

Lalu Mulyadi mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan penuh mengingat dinamika status Gunung Rinjani yang sempat menyentuh Level 2 pada akhir September 2026.

“Jika status meningkat ke Level Waspada, rekomendasi evakuasi bagi pengunjung dan pendaki di kawasan Gunung Rinjani harus segera diterbitkan tanpa penundaan, “tambahnya.

Empat Pilar dan Akses Masyarakat
Ketua Tim Peneliti Riset Inovatif Produktif (Rispro), Adhiyanti Nurjanah, menjelaskan SIGUMI dibangun di atas empat pilar utama, yaitu Mitigasi Bencana
Komunikasi Inklusif
Kolaborasi Pentahelix
Pariwisata Berkelanjutan.

BPBD bersama Dinas Pariwisata akan bertindak sebagai administrator utama sistem. Saat ini, aplikasi SIGUMI dalam tahap finalisasi dan akan segera dirilis secara publik di Google Play Store dan Apple App Store.

Baca Juga  Inspektorat Perluas Edukasi Anti Korupsi hingga Tingkat Desa dan Lini Pelayanan Masyarakat

Masyarakat serta para ilmuwan dan relawan MDMC PP Muhammadiyah juga telah melakukan uji coba simulasi penggunaan aplikasi di kawasan rawan bencana.

Melalui integrasi teknologi SIGUMI dan keterlibatan aktif masyarakat, Lombok Timur optimistis mampu mewujudkan kawasan wisata Gunung Rinjani yang tidak hanya indah, tetapi juga aman, tanggap, dan teruji dalam menghadapi kondisi darurat,”tandasnya.

Komentar