Tingkatkan Daya Serap Air, Sub 17 Sektor 22 Citarum Harum Perluas Pembuatan Lubang Biopori

TNI POLRI180 Dilihat

Kontrolnews.co – Cimenyan | Upaya pencegahan kritis lahan mengembang, Satgas Citarum Harum Sektor 22 melalui Sub 17 melakukan pembuatan lubang Biopori di lahan kritis Kawasan Bandung Utara (KBU) wilayah Cimenyan Blok Cartil.

Biopori adalah cara alam menjaga daya serap tanah. Konsep Biopori ini kemudian di adaptasi untuk meningkatkan daya serap air hujan pada tanah untuk membantu mengatasi banjir.

Sertu Tasban Doloan (Dansub 17/22) berinisiatif melakukan pembuatan lupabanh Biopori ini merupakan salah satu Rencana Aksi Satgas Sektor 22 dalam mengentaskan lahan kritis yang berdampak negatif se Bandung Raya.

Baca Juga  Kapolda Jabar Usung Formula ‘Jabar Aman’ dan Ingatkan Tantangan Konflik Sosial

“Kita membuat lubang Biopori ini berharap untuk menyimpan air hujan di dalam tanah, tujuan lain yaitu untuk menyelamatkan tanaman keras yang kita tanam supaya bisa tumbuh lancar,” kata Tasban, Cimenyan Jumat 18 November 2022

Biopori sangat berfungsi juga untuk menimbun limbah organik. Hal tersebut bertujuan untuk memberi makan makhluk hidup yang ada di tanah. Misalnya cacing, hewan kecil di dalam tanah, bahkan juga akar tumbuhan.

Baca Juga  Kapolda NTB Pimpin Sertijab Dirpamobvit dan Kapolres Lombok Utara, Tekankan Makna Pengabdian

Dengan proses di atas maka daya serap air akan lebih berfungsi sehingga di dalam tanah akan membentuk bank air yang bisa menyimpan air hujan sebanyak-banyaknya.

Pola seperti ini tentu akan bisa menyelamatkan lahan kritis, yaitu tidak jadi kemarau berkepanjangan dan tidak akan banjir jika musim hujan. Artinya kondisi aerasi tanah akan stabil.

“Kita pengennya di setiap titik penanaman pohon keras disitu kita membuat lubang Biopori, sehingga tumbuh kembang pohon akan lebih terjamin,” imbuh Tasban.

Baca Juga  Irjen Kalingga Dukung Green Policing Lewat Penanaman Pohon di Kejati NTB

Lebih utama dari pembuatan lubang Biopori ini bagi Satgas Citarum Harum Sektor 22 adalah mengembalikan kualitas lahan, dari lahan kritis menjadi lahan efektif yang subur, sehingga dengan lubang Biopori bisa memancing mata air yang dulu banyak kini hilang semoga bisa muncul kembali.