Bawang Merah Hasil Tanam Sektor 7 Citarum Harum, Terus di Pantau Perkembangannya Oleh Dansektor

TNI POLRI335 Dilihat

Kontrolnews – Kab Bandung |  Komandan Sektor 7 Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si laksanakan peninjauan ketahanan pangan tanaman bawang merah di Pos Demplot Sub 03 yang betada di wilayah Kp. Bojong Sayang, Desa Rancamanyar, Baleendah, Kab. Bandung. Kamis (08/06/23).

Diketahui bahwa Bawang merah yang di tanam pada saat pemupukannya menggunakan Bios 44, dimana Bios 44 mampu memberikan kesuburan kepada tanaman dan memberikan hasil panen yang berlimpah.

Baca Juga  Kapolda NTB Turun Langsung Temui Warga Tanjung Karang Permai, Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas

Hal yang dilaksanakan tentunya untuk neningkatkan ketahanan pangan yang di olah secara mandiri oleh Sektor 7 Citarum Harum, serta bagaimana cara memanfaatkan lahan yang ada di bantaran, sehingga dapat di olah menjadi lahan pertanian.

Pada kesempatannya Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat menyampaikan, tanaman yang kami tinjau tentunya untuk lebih memastikan perkembangan dari apa yang sedang di tanam di Pos Demplot Sub 03 yang salah satunya adalah bawang merah.

Baca Juga  Kapolda NTB Pimpin Sertijab Dirpamobvit dan Kapolres Lombok Utara, Tekankan Makna Pengabdian

“Perlu di ketahui tanaman yang ada di Pos Demplot ini, pda saat pemupukannya kami selalu gunakan Bios 44, dan bisa di katakan juga hasil nya begitu bagus dan panennya pun berlimpah,” ucapnya.

Namun, lanjut Nurjanah, inti dari dilakukannya penanaman adalah untuk memberikan contoh dan edukasi kepada warga sekitar terkait bagaimana cara memanfaatkan lahan, tanpa harus merusak lahan tersebut.

Baca Juga  Bandung Kondusif Pasca Kerusuhan Dago, Belasan Anggota Polisi Alami Luka - Luka

“Karena pemanfaatan dengan cara penanaman, kami yakin bantaran sungai akan sangat terawat baik dari kebersihannya maupun kerapihannya, karena jika kita menanam sesuatu pasti harus di barengi dengan perawatan, agar apa yang kita tanam hasilnya pun memuaskan,” tandasnya.

(Pendam III/Siliwangi)