Bupati Lombok Timur Kucurkan Rp20 Miliar demi 21 Ribu UMKM Bebas Jeratan “Koperasi” Bodong  

Berita179 Dilihat

Kontrolnews.co – Lombok Timur, NTB |  Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak lagi bermain aman dalam menghadapi praktik lintah darat. Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026, Jumat (27/02/2026), Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan akses keuangan bukan sekadar bantuan, melainkan hak mutlak rakyat yang harus dipenuhi secara nyata.

​Bukan Sekadar Janji, Tapi Amunisi Ekonomi

​Lombok Timur kini memiliki “senjata” baru untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Menyadari potensi besar dari puluhan ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemkab Lotim resmi menggelontorkan stimulan sebesar Rp20 miliar yang menyasar 21.000 pelaku usaha.

Baca Juga  Bupati Bogor Ajak Warga Berolahraga dan Dukung UMKM Lokal

​Langkah berani ini diambil sebagai jawaban atas keresahan masyarakat terhadap rentenir yang seringkali bersalin rupa menjadi koperasi.

​”Pelayanan akses keuangan harus cepat, handal, dan nyata. Dengan stimulan ini, kita ingin pelaku UMKM kita berdiri tegak dan tidak lagi terlilit utang kepada rentenir berkedok koperasi,”tegas Bupati Haerul Warisin dengan nada optimis.

Baca Juga  Rudy Susmanto Ajak ASN Jadi Motor Percepatan Pembangunan dan Penyampai Informasi kepada Masyarakat

​Tidak hanya sekadar bantuan tunai, Pemkab juga memperkuat program Lotim Berkembang (Lombok Timur Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga). Program ini menjadi pembeda utama lombok timur dengan daerah lain. ​0% Bunga, menghapus beban bunga yang biasanya mencekik pengusaha kecil

​Diperuntukkan bagi masyarakat yang selama ini sulit menjangkau perbankan formal. ​Evaluasi Ketat TPAKD memastikan program tahun 2026 akan jauh lebih efektif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

​Bupati menekankan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Lombok Timur hanya bisa dikelola maksimal jika akses permodalannya sehat. Dengan 21 ribu UMKM yang terproteksi dari rentenir, ekonomi lokal diprediksi akan mengalami percepatan signifikan di tahun 2026.

Baca Juga  Normalisasi Sungai Cibeuteung Jadi Langkah Strategis Pemkab Bogor Tangani Banjir

​Kini, bola ada ditangan para pelaku usaha. Dengan modal yang tersedia dan perlindungan dari pemerintah, era ketergantungan pada pinjaman ilegal di Lombok Timur resmi dinyatakan berakhir,”tandasnya.