Cegah Kematian Hewan, Komandan Sektor 22 Citarum Harum Ikuti Giat Vaksin PMK ke 3

TNI POLRI129 Dilihat

Kontrolnews.co – Lembang | Dansektor 22 Citarum Harum Kol. Inf. FX. Sri Wellyanto Kasih ikuti giat Vaksin Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) ke-3 di wilayah Desa Lembang dan Desa Wangunsari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Objek yang dituju di Kecamatan Lembang, karena di wilayah ini merupakan daerah produsen susu murni yang terkenal se-Nusantara, bersumber dari Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) data peternak di Kecamatan Lembang ada 2.600 lebih ekor sapi perah namun dengan adanya epidemi PMK maka banyak pula sapi yang mati.

Dikatakan Dansektor 22 Citarum Harum, Kolonel Wellyanto Kasih menuturkan penyuntikan Vaksin PMK ke-3 ini merupakan Program Pemerintah, sebagai upaya menghindari kematian pada hewan ternak, di Kecamatan Lembang ada ratusan sapi perah penghasil susu murni sebagai mata pencaharian warga.

 

Baca Juga  Kapolres Lombok Timur Gelar Jumat Keliling di Masjid Nurul Sa’adah, Ajak Masyarakat Waspada Hoaks

“Kita mensuport pada kamajuan perekonomian masyarakat, termasuk para peternak sapi di Kecamatan Lembang supaya tidak mengalami kerugian pada usahanya,” kata Wellyanto, Lembang, Senin 14 November 2022.

 

Beberapa bulan ke belakang Virus PMK bisa menyebar di udara dan bertahan selama 8-24 bulan. Hewan yang tertular juga bisa mengeluarkan virus baru selama 50 jam dan menulari ternak dalam radius 100 KM. Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berkuku belah tengah menjadi momok para peternak.

 

Harapan Dansektor 22, Vaksinasi ini dapat terealisasi secepat mungkin. Masyarakat yang memiliki ternak sapi di Kecamatan Lembang, diharapkan partispasinya untuk mengikuti program pemerintah pusat berupa percepatan vaksinasi PMK.

“Vaksinasi ini gratis dan tidak dipungut biaya. Vaksin PMK ini aman untuk sapi yang bunting serta anak sapi, kerbau, kambing dan domba,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua KPSBU Drs. Dedi Setiadi menambahkan, cara mengatasi penyakit PMK pada sapi adalah dengan pemberian obat antibiotik, antipiretik dan vitamin.

Baca Juga  Bejat! Dokter di Bandung Tega Cabuli Anak Kandung Berusia 4 Tahun, Ditangkap di Apartemen Bekasi

“Namun ketersediaan obat-obat penyakit PMK pada sapi sangat terbatas seiring merebaknya kasus pada hewan ternak tersebut,” ujar Dedi

Selain itu dalam mencegah penularan PMK terdapat program pemerintah dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, “Yaitu vaksinasi PMK terhadap hewan ternak. Vaksin PMK akan diberikan sebanyak dua kali dengan rentang 2 minggu,” imbuh Dedi.

Dedi Setiadi menambahkan, untuk potong sapi ini sekali suntik dosisnya sebanyak 2 mililiter dan untuk kambing sebanyak 1 mililiter. Untuk vaksin tahap tiga perluasan ini menggunakan vaksin aftomune yang berasal dari negara Brazil dengan sterotipe O dan A.

“Vaksin ini hanya boleh diberikan kepada sapi, kerbau, kambing dan domba serta tidak boleh diberikan kepada babi. Kalau yang pertama vaksin aptofor, tahap 1 dan 2 boleh diberikan kepada babi. Semua itu tergantung pada penyedianya,” jelas Dedi.

Kaitan Satgas Citarum Harum Sektor 22 pada suport Vaksinasi PMK ke-3, yaitu sebagi pendukungan pada kesejahteraan masyarakat di segala bidang.

Baca Juga  Ruang Publik Bukan Arena Kekerasan, Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi dengan Damai

“Semoga dengan tuntasnya epidemi PMK ini para peternak di Kecamatan Lembang bisa mengembangkan perekonomiannya sehingga bisa mencegah daya pencemaran kotoran hewan dan tidak mematikan usahanya,” tutup Wellyanto.

Dansektor 22 melaksanakan kegiatan Vaksin PMK ke-3 di wilayah Desa Lembang dan Desa Wangunsari Kecamatan Lembang.

Hadir pada acara tersebut, Kadis Peternakan Prov. Jabar, Kadis Peternakan KBB, Kadis LH KBB, Camat Lembang, Kades Lembang dan Kades Wangunsari, Ketua KPSBU Lembang, Akademisi dan Ketua Kelompok Peternak Sapi.