Kontrolnews.co – Jakarta | Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan lompatan besar di sektor pertanian. Indonesia berhasil mempercepat target swasembada pangan yang ditandai dengan peningkatan produksi nasional, pembenahan distribusi pupuk, serta penghentian impor beras umum untuk konsumsi.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari petani, pemda, K/L, TNI, Polri, hingga Perum BULOG.
“Tugas kami adalah memastikan seluruh ekosistem bergerak dalam satu arah: meningkatkan produksi, melindungi petani, dan menjaga pangan tetap tersedia bagi rakyat,” ujar Mentan Amran.
Poin-Poin Utama Capaian Sektor Pangan:
– Penyederhanaan Regulasi & Pemangkasan Birokrasi: Menerbitkan 16 Inpres/Perpres dan memangkas 145 aturan yang menyulitkan penyaluran pupuk bersubsidi.
– Pupuk Bersubsidi Lebih Murah: Harga pupuk bersubsidi turun 20% sejak Oktober 2025 (Urea menjadi Rp1.800/kg, NPK Rp1.840/kg). Alokasi 2026 disiapkan sebesar 9,55 juta ton untuk lebih dari 16 juta petani.
– Lonjakan Produksi Beras & Jagung: Produksi beras 2025 mencatatkan angka 34,69 juta ton (naik 13,29% dari 2024). Produksi jagung pipilan kering naik menjadi 16,16 juta ton (naik 6,74%).
– Infrastruktur Air & Pompanisasi: Rehabilitasi irigasi tahap pertama terealisasi 280.880 ha (99,93%). Pada 2026, Kementan menyiapkan pompanisasi lahan 2,2 juta ha dan pemanfaatan 61 bendungan untuk memitigasi risiko iklim.
– Rekor Penyerapan BULOG: Hingga Oktober 2026, penyerapan gabah/beras dalam negeri oleh BULOG menembus 4,11 juta ton (102,88% dari target), tertinggi dalam sejarah penugasan pemerintah.
– Kepastian Harga Gabah: Pemerintah menetapkan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500/kg untuk menjamin keuntungan yang layak bagi petani.
– Perlindungan Petani & Asuransi: Menyiapkan subsidi premi 80% untuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 100.000 ha pada 2026.
– Tindakan Tegas Mafia Pangan: Melimpahkan 260 kasus dugaan pelanggaran tata niaga pangan (termasuk beras oplosan dan pupuk palsu) ke aparat penegak hukum.
Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah memproyeksikan 8 komoditas utama (beras, jagung, gula konsumsi, ayam, telur, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit) telah berada dalam kondisi swasembada pada 2026.
“Dua tahun gerak nyata bukan garis akhir. Target kita bukan hanya swasembada sesaat, tetapi kemandirian pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.





Komentar