Hari Kesadaran Nasional, Polda Jabar Ajak Tingkatkan Kinerja dan Disiplin di Bulan Ramadan

TNI POLRI186 Dilihat

Kontrolnews.co – Jabar | Wakapolda Jabar Brigjen Pol Bariza Sulfi, memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional Tahun 2024 bertempat di Mapolda Jabar, yang dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Jabar serta para peserta Upacara, Senin (18/3/2024)

Dalam amanat Kapolda Jabar yang dibacakan oleh Wakapolda Jabar, disampaikan bahwa
upacara bendera rutin dilaksanakan pada setiap bulannya dan merupakan suatu kewajiban bagi seluruh instansi pemerintah termasuk Polri, dalam rangka memelihara kesadaran nasional dan meningkatkan tanggung jawab serta kualitas pengabdian juga disiplin dalam memantapkan kecintaan kepada bangsa dan negara, serta menghormati jasa para pahlawan.

Wakapolda Jabar juga mengajak para personel untuk tetap melaksaakan tugas maksimal meski pada bulan suci Ramadhan 1445 H.

“Upacara dalam rangka Hari Kesadaran Nasional ini, hendaklah dimaknai sebagai momentum yang tepat bagi institusi Polri khususnya Polda Jawa Barat untuk meningkatkan nilai – nilai Tribrata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman hidup dan pedoman kerja dalam mempersembahkan pengertian terbaik kepada masyarakat bangsa dan negara.” ungkapnya.

Baca Juga  Kapolda Jabar Usung Formula ‘Jabar Aman’ dan Ingatkan Tantangan Konflik Sosial

“Pada kesempatan ini selaku Waka Polda Jabar, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas dengan baik, sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Jabar hingga saat ini aman dan kondusif.” ujarnya.

Brigjen Bariza Sulfi mengungkapkan bahwa berbagai kekurangan dan hambatan dalam pelaksanaan tugas operasional dan pembinaan, kiranya dapat menjadi bahan analisa dan evaluasi kita bersama, sehingga diharapkan kinerja yang diemban setiap personel Polda Jabar semakin presisi.

Baca Juga  Tekan Pengangguran, Irjen Kalingga Gandeng Balai Latihan Kerja NTB

“Sesaat lagi kita akan dihadapkan dengan agenda tahunan yang cukup besar yaitu Operasi Ketupat Lodaya 2024 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, oleh karena itu perlu diantisipasi dan disiapkan dengan baik pengamanannya serta pastikan Operasi Ketupat Lodaya 2024 berjalan dengan optimal.” tuturnya.

Disebutkan juga, dalam kesempatam itu, bahwa makna pahlawan itu luas, bukan sebatas orang – orang – orang yang berperang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga  Bandung Kondusif Pasca Kerusuhan Dago, Belasan Anggota Polisi Alami Luka - Luka

Namun status pahlawan bisa dimiliki seluruh rakyat Indonesa yang mewarnai Indonesia dengan hal – hal positif.

“Untuk itu melalui momentum ini, kita pupuk rasa kebangsaan, meningkatkan disiplin dan kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diemban.” tutupnya.