HIMBARA Catat Kinerja Solid di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Berita461 Dilihat

Kontrolnews.co – Jakarta | Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) terus menunjukkan kinerja fundamental yang solid di tengah dinamika tantangan ekonomi global. Ketua Umum HIMBARA yang juga Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa HIMBARA berkomitmen menjaga stabilitas layanan perbankan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan dengan tata kelola yang baik. Minggu, 23 Februari 2025.

“Fundamental kinerja HIMBARA sangat solid. Selain itu, kami memastikan seluruh layanan operasional perbankan berjalan lancar dan aman, sehingga nasabah tetap mendapatkan akses optimal terhadap produk dan layanan keuangan,” ujar Sunarso.

Ia juga menambahkan bahwa HIMBARA, seperti halnya bank swasta, berpartisipasi dalam program penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Dengan sistem tata kelola yang baik, nasabah mendapatkan kepastian bahwa dana mereka aman sesuai ketentuan yang berlaku.

Kinerja keuangan HIMBARA tahun 2024 menunjukkan hasil yang sangat positif. Empat bank yang tergabung dalam HIMBARA—BRI, Mandiri, BNI, dan BTN—berhasil mencetak laba signifikan. Laporan keuangan konsolidasian mencatatkan:

Baca Juga  IPSI Kabupaten Bogor Siapkan 20 Atlet Pencak Silat, Bidik Medali Emas di Porprov Jabar 2026

– BRI: Rp60,64 triliun

– Mandiri: Rp55,78 triliun

– BNI: Rp21,5 triliun

– BTN: Rp3 triliun

Dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhan juga tercatat positif di berbagai segmen:

– BRI menyalurkan kredit Rp1.354,64 triliun, tumbuh 6,97% YoY, dengan 81,97% dialokasikan untuk UMKM.

– Mandiri mencatatkan kredit sebesar Rp1.670,55 triliun, naik 19,5% YoY, dengan segmen wholesale sebagai pendorong utama.

Baca Juga  Ketum KONI Kabupaten Bogor Minta Atlet Tampil Maksimal dan Pantang Menyerah di Porprov 2026

– BNI menyalurkan Rp775,87 triliun, tumbuh 11,6% YoY, seiring pemulihan ekonomi nasional.

– BTN mencatatkan kredit Rp357,97 triliun, naik 7,3% YoY, dengan mayoritas berasal dari KPR subsidi dan non-subsidi.

Pertumbuhan kredit yang kuat juga didukung oleh likuiditas yang memadai dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK):

– BRI menghimpun Rp1.365,45 triliun, dengan rasio CASA 67,30%.

– Mandiri mencatatkan DPK Rp1.699 triliun, tumbuh 7,73% YoY, dengan CASA mendominasi 80,3%.

Baca Juga  Pemkab Bogor Salurkan 126 Paket Logistik Kedaruratan untuk Masyarakat Terdampak bencana

– BNI mencatatkan pertumbuhan tabungan ritel 11% YoY, dari Rp232 triliun menjadi Rp258 triliun.

– BTN membukukan DPK Rp381,67 triliun, naik 9,1% YoY, dengan rasio CASA 54,1%.

Sunarso menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan kuatnya fundamental bisnis HIMBARA dalam menghadapi tantangan industri yang dinamis. “Sinergi dan tata kelola yang baik telah menjadi modal utama HIMBARA dalam menjaga stabilitas industri perbankan. Hal ini akan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.