Integritas Petugas Benteng Utama Pemasyarakatan,Lapas GarutTabuh Genderang Perang Melawan Halinar

Berita15092 Dilihat

Kontrolnews – Garut |Bukan sekadar seremoni rutin, Ikrar Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone, Narkoba, dan Penipuan (Halinar) menjadi ajang pembuktian integritas.

Di hadapan jajaran aparat penegak hukum dan seluruh pejabat struktural Pemasyarakatan se-Priangan Timur, sebuah komitmen besar di deklarasikan.Jumat (08/05/20269).

Rusdedy menegaskan bahwa kepercayaan publik kini sedang di pertaruhkan, dan komitmen moral petugas adalah kunci utama dalam menjaga marwah institusi.

Rusdedy menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap segala bentuk pelanggaran di lingkungan lembaga pemasyarakatan

Ia memberikan pengarahan tegas dalam acara Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Halinar (Handphone, Narkoba, dan Penipuan).

Acara yang di hadiri oleh unsur TNI, Polri, BNN, Satpol-PP, serta pejabat struktural Lapas, Rutan, dan Bapas Garut ini menjadi momentum krusial bagi transformasi pemasyarakatan.

Dalam sambutannya yang sarat akan pesan moral, Rusdedy menekankan bahwa perang terhadap Halinar harus dimulai dari dalam diri setiap petugas.

Baca Juga  Pemkab Bogor Raih Predikat Istimewa dalam Penilaian Indeks Reformasi Hukum 2026

Ia menyatakan bahwa secanggih apapun sistem keamanan yang di bangun, akan runtuh seketika jika pilar integritas petugasnya rapuh.

“Tidak boleh ada toleransi dalam segala bentuk pelanggaran. Tidak boleh ada pembiaran, tidak boleh ada kompromi.

Perang terhadap Halinar harus di mulai dari integritas petugas. Sebab sehebat apa pun sistem yang kita bangun, apabila integritasnya lemah, pelanggaran pasti akan selalu ada,” tegas Rusdedy dengan nada klimaks.

Baca Juga  KDMP Cipelang Jadi Percontohan Nasional Berkat Inovasi Pengelolaan Limbah

Selanjutnya Kalapas menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.

Pengawasan di blok hunian harus di tingkatkan melalui pembinaan yang rutin dan intensif. Petugas diminta secara tegas menolak segala bentuk penyimpangan maupun gratifikasi, guna membangun budaya kerja yang bersih dan profesional.

Menurut Rusdedy, peran petugas pemasyarakatan jauh melampaui tugas menjaga narapidana.

Mereka adalah penjaga harapan bangsa yang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan Lapas benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan justru inkubator bagi kejahatan baru.

“Ikrar ini bukan sebatas ucapan di bibir, melainkan janji yang harus di jawab dengan tindakan nyata dan konsisten. Kita harus berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk pelanggaran,” ujarnya.

Baca Juga  Lomba TP PKK Desa dan Kelurahan Jadi Momentum Perkuat Kapasitas Kader di Kabupaten Bogor

Keberhasilan Lapas Garut meraih predikat “Lapas Bersinar” (Bersih Narkoba) sejak periode 2024-2025 menjadi bukti nyata kekompakan dan kerja keras kolektif.

Namun, Rusdedy mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri atau merasa lingkungan mereka telah sepenuhnya steril.

“Saya percaya dengan kekompakan dan integritas kita semua. Kita sudah membuktikannya, tapi jangan sampai terlena.

Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus bergerak maju demi pemasyarakatan yang berintegritas,” pungkasnya