Jum’at Curhat, Membahas Bahaya Balap Liar

Ngawi230 Dilihat

Kontrolnews – Ngawi | Polres Ngawi Polda Jatim mengadakan kegiatan spesial yang diberi nama “Jumat Curhat,” Jumat, (26/05). Topik yang dipilih adalah membahas bahaya balapan liar yang semakin mengancam keselamatan masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap resiko serius yang terkait dengan fenomena balapan liar.

Sekitar 30 orang menghadiri kegiatan “Jumat Curhat” di Balai Desa Kartoharjo, Ngawi. Kegiatan ini melibatkan anggota Satbinmas Polres Ngawi dan warga yang ingin menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait bahaya balapan liar.

Baca Juga  Peduli Air Bersih, Babinsa Posramil Pitu Kawal Distribusi Bantuan Air untuk Warga Desa Cantel

Para peserta diundang untuk berbagi pengalaman pribadi, menyampaikan perasaan, serta memberikan saran atau ide dalam menanggulangi fenomena ini.

Kapolres Ngawi, AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Binmas AKP Suyitno menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap balapan liar.

Dalam acara tersebut, Kasat Binmas juga memberikan penjelasan tentang risiko dan konsekuensi negatif dari balapan liar, seperti kecelakaan, cidera serius, dan bahkan hilangnya nyawa seseorang.

Baca Juga  Pererat Silahturahmi Bersama Warga, Danposramil Pitu Bersama Anggota Ikuti Sholat Subuh Berjamaah 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat melihat betapa berbahayanya balapan liar ini. Kami ingin masyarakat sadar bahwa balapan liar bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan orang lain yang tidak terlibat di dalamnya,” ungkapnya.

Kegiatan “Jumat Curhat” ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta yang mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap fenomena balapan liar dan berjanji untuk berperan aktif dalam memberantasnya.

Baca Juga  Peduli Air Bersih, Babinsa Posramil Pitu Kawal Distribusi Bantuan Air untuk Warga Desa Cantel

Masyarakat setempat berharap bahwa kegiatan ini akan menjadi awal yang baik untuk mengubah persepsi dan perilaku negatif terkait balapan liar di Ngawi.