Kapolda Bali Hadiri Event #GILASampah

TNI POLRI327 Dilihat

Kontrolnews.co – Denpasar | Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra MSi menghadiri event #GILASampah yang diadakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama IIWAS (Indonesia International Waste Expo), dan Herbal Medis Persada Indonesia (HEMPI) di Pantai Jerman Kuta, Minggu (17/4/2022)

Dalam event tersebut hadir pula Kemendagri Jenderal Polisi (Purn) Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian MA Ph D Gubernur Bali Ir Wayan Koster M M

GILASampah merupakan akronim dari Gerakan Inovasi Langsung Aksi mengatasi persoalan Sampah.
Event GILASampah dikemas dalam tajuk TriSenses.

Baca Juga  Kapolres Lombok Timur Cek Poskamling, Dorong Peran Aktif Masyarakat Jaga Kamtibmas

TriSenses adalah bentuk pergerakan nyata dari konsep Tri Hita Karana.
Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian MA Ph D, mengatakan, pemerintah memberikan perhatian ekstra terhadap permasalahan sampah di Bali.

Pengentasan masalah sampah menjadi skala prioritas, utamanya menjelang KTT G20 di Pulau Dewata.

“Kita harapkan ini (KTT G20) berlangsung sukses, karena ini adalah salah satu pertaruhan nama baik Indonesia,” ungkapnya

Baca Juga  Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda NTB Kompak Bersihkan Lingkungan Mako

Ia memastikan event GILASampah mendapatkan dukungan banyak pihak, termasuk dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

“Bahkan meminta agar gerakan ini disebar ke seluruh Indonesia. Kita mulai dari Bali ke Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Bali di tempat yang sama mengapresiasi kepedulian Lembaga Swadaya Masyarakat terhadap permasalahan sampah di Bali.

Semangat ini dipastikan menjadi embrio positif, dalam percepatan penanganan sampah.

“Karena saya cukup kaget ketika dilaporkan, bagaimana antusiasme teman-teman, dan idenya juga muncul dari teman-teman,” ungkapnya.

Baca Juga  Waspada Modus Beli Kendaraan Murah, Polda Jabar Sita Baju Loreng hingga Senjata Mainan

Gubernur mengakui, sampah adalah permasalahan krusial bagi Bali, yang notabena merupakan destinasi wisata internasional.
Oleh karenanya, diperlukan langkah nyata lintas sektoral, termasuk dengan pelibatan masyarakat, agar permasalahan ini segera teratasi.

“Saya melihat disini adalah, sebenarnya untuk penanganan sampah yang paling adalah bagaimana sampah ini kita selesaikan bersama,” pungkasnya

(Red)