Kapolda Papua Tegaskan Penegakan Hukum Harus Tetap Dikedepankan

Berita196 Dilihat

Kontrolnews.co – Papua | Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri, S.I.K., menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap di kedepankan pasca kerusuhan di Dogiyai, yang terjadi Sabtu (12/11/2022).

“Saya sudah perintahkan Kapolres Dogiyai untuk penegakan hukum harus tetap dikedepankan tanpa mengurangi akar budaya,” tegasnya kepada wartawan di Gedung A Mako Polda Papua, Selasa (22/11/2022).

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan bahwa pelanggaran terhadap lakalantas dan pembakaran yang terjadi di Kabupaten Dogiyai akan di proses hingga Pengadilan.

Baca Juga  Ade Jaro Berikan Santunan dan Motivasi Kepada Anak Yatim di HUT Desa Parung Panjang

“Jadi pelanggaran terhadap laka lantas dan pembakaran akan kita proses hingga pengadilan,” ucapnya.

Selain itu, Kapolda menambahkan bahwa Polri juga memberikan edukasi kepada masyarakat di Tanah Papua tentang bagaimana yang harus dilakukan pada kasus pembakaran yang terjadi di Dogiyai.

“Untuk kasus pembakaran juga akan kami proses supaya masyarakat di Tanah Papua bisa diedukasi tentang bagaimana yang harus dilakukan,” tandasnya.

Baca Juga  Kapolri Jenderal Suyudi Lakukan Gebrakan Berantas Narkoba, Tasrif M. Saleh: Wujud Kongkret Visi Polisi Bersama Masyarakat

Dirinya mengungkapkan Aparat keamanan mengambil sikap dengan pendekatan secara perlahan kepada dua kelompok besar yang ada di Dogiyai.

“Kita dekati semua masyarakat khususnya di Dogiyai ada 2 keompok besar, kita tanpa melihat kelompok A kelompok B supaya kejadian tersebut tidak berulang kembali,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok massa mengamuk di Kampung Ikebo, Kabupatan Dogiyai dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang anak berusia 5 tahun bernama Noldi Goo meninggal dunia pada Sabtu (12/11/2022).

Baca Juga  Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Penuntasan 10.000 Unit Program Bedah Rumah di Kabupaten Bogor

Lantaran emosi dan tidak dapat mengendalikan diri, sekelompok massa itu sontak melakukan aksi anarkis dengan menyerang supir, warga, hingga membakar puluhan bangunan mulai dari rumah kios hingga kantor pemerintahan. Kerusuhan pun tak bisa dihindarkan.

(As)