Kepala Sekolah SDN 1 Sambelia ( JUNAIDI, S.Pd ) Diduga potong BSM

Berita295 Dilihat

Kontrolnews – Lombok Tomur, NTB | Pemerintah telah memberikan perhatian serius bagi dunia pendidikan termasuk sarpras, kesejahteraan guru dan juga siswa bagi yang kurang mampu yang disebut dengan BSM dan mohon kepada Pemda Lotim dan Kadia Dikbud Lotim agar segera mencopot Kepsek SDN 1 Sambelia ini, ujarnya kepada wartawan.

Namun sayang ketika BSM disalurkan ke rekening siswa maka Kepsek, Komite Sekolah, dan juga guru terkadang berbuat kurang bijak dan banyak yang berdalih untuk diarahkan memberi sumbangan sebagai dalihnya untuk memotong atau menyunat seperti yang terjadi sekarang ini di SDN 1 Sambelia memotong BSM sampai besarannya Rp 4 juta dan itu sumbangan.

Baca Juga  Perkuat Tata Niaga Peternakan melalui Pasar Hewan Jonggol

Junaidi, S.Pd saat di konfirmasi media Kontrolnews mengaku dan membenarkan adanya pemotongan yang dilakukan bersama komite sekolah berdasarkan kesepakatan dengan wali murid yang tuangkan dalam berita acara, ungkapnya Rabu, 7 Juni 2013.

Dan apabila ini menjadi masalah saya siap kembalikan uang yang jumlahnya Rp 4 jutaan tersebut kepada siswa dan ini berdasarkan petunjuk pak Kanit UPTD Dikbud Kecamatan Sambelia, ungkapnya.

Menurut informasi dari masyarakat hal ini sering dilakukan oleh Kepsek dan komite dengan dalih untuk sumbangan.

Baca Juga  NPCI Kabupaten Bogor Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan Rudy Susmanto untuk Kemajuan Olahraga Disabilitas

Katanya pemotongan BSM bisa dipidana berdasarkan Undang – Undang Nomor 13 tahun 2011 tentang penanganan pakir miskin, dan ini untuk siswa agar tidak ada yang putus sekolah, ungkapnya.

Dikatakannya, uang itu harus dikembalikan, Kepsek dan komitenya harus di proses hukum untuk epek jera bagi sekolah yang lain juga, dan kita akan laporkan ke APH nanti agar segera ditindak lanjuti kebiasaan buruk ini, ungkapnya seraya tidak mau disebut identitasnya.

Menurut Sekdis Dikbud Lotim Ugi Lusianto yang dikonfirmasi media ini menyatakan dengan alasan apapun tidak boleh ada pemotongan dan selalu kita ingatkan pihak sekolah terutama Kepseknya SD dan SMP, jadi kita berharap kepada Kepsek SD dan SPM tidak boleh membuat keputusan sendiri dan membuat masalah, ungkapnya Rabu, 7 / 5 di Selong.

Baca Juga  KH. Akhmad Yaudin Shogir.S.E : Jadikan Momen Maulid Nabi Muhammad SAW. “Tebarkan Cinta Damai dan Ahlak Mulia Dimanapun Kita Berada”

Sekdis Dikbud Lotim juga mengatakan akan segera memanggil Kepsek ini dan komite serta wali murid disana dan saya turun kroscek di lapangan, ujarnya kepada media ini.