Kisah Ki Gembong: Dari Musisi & Chef Hingga Menjadi Spiritualis

Artikel452 Dilihat

Kontrolnews.co – Ki Gembong, seorang lelaki yang telah menjalani perjalanan spiritual yang luar biasa, berbagi kisahnya tentang bagaimana ia menemukan jalan spiritual dan menjadi seorang yang memiliki kelebihan. Nama aslinya adalah Ahmad Fanji Daru Warsita, seorang musisi dan vokalis band Nyata pada tahun 90-an.

Ahmad Fanji Daru Warsita, atau yang lebih dikenal sebagai Ki Gembong, memiliki latar belakang yang unik. Ia pernah menjadi chef di restoran di Jakarta, pengrajin aksesoris, dan kolektor batu-batu berharga. Namun, pada suatu titik, ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya dan memutuskan untuk mencari jati dirinya.

“Perjalanan spiritual saya dimulai ketika saya merasa ada yang kurang dalam hidup saya,” kata Ki Gembong. Ia kemudian bertemu dengan seorang guru spiritual yang bernama Eyang Kertoyudho, seorang penyebar agama Islam di Desa Wiladeg, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Eyang Kertoyudho adalah seorang yang arif dan bijaksana, dan Ki Gembong merasa bahwa ia telah menemukan jati dirinya.

Ilustrasi penjaga, dengan sebelah kiri macan loreng di kenal dengan Eyang Kertoyudho dan macan putih di kenal dengan sosok guru spiritualnya yang tidak ingin disebutkan namanya

Nama Ki Gembong sendiri berasal dari nama leluhurnya, Kyai Haji Eyang Kertoyudho, yang juga dikenal sebagai Ki Gembong. Ki Gembong adalah seorang pejuang kemerdekaan yang menggunakan nama itu untuk menyembunyikan identitasnya dari penjajah Belanda.

Baca Juga  Respon Laporan Warga, Sektor 9 Citarum Harum Gercep Bersihkan Sampah di Sungai Cikendal

Ki Gembong kemudian memutuskan untuk meninggalkan karirnya sebagai musisi dan chef, dan fokus pada perjalanan spiritualnya. Ia mulai membagikan pengalamannya di media sosial, dan banyak orang yang tertarik dengan kisahnya.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan menjadi seperti ini,” kata Ki Gembong. “Saya hanya ingin membantu orang lain menemukan jati diri mereka.”

Baca Juga  Respon Laporan Warga, Sektor 9 Citarum Harum Gercep Bersihkan Sampah di Sungai Cikendal

Ki Gembong memiliki motto “Ojo Leren Dadi Wong Apik”, yang artinya “Jangan bosan menjadi orang baik”. Ia ingin menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik dan membantu sesama.

Ki Gembong juga memiliki program sedekah untuk anak-anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Ia percaya bahwa sedekah adalah obat dari segala obat, dan ingin membantu orang lain merasakan kebahagiaan.

Baca Juga  PAI TOLAK USULAN DEWAN ADVOKAT NASIONAL, Sultan Junaidi: "Jangan Lahirkan Oligarki Baru di Tubuh Advokat"

“Jika kita ingin diberkahi, berkahilah orang lain,” kata Ki Gembong. “Jika kita ingin bahagia, bahagiakan orang lain.”

Ki Gembong akan merayakan 3 tahun perjalanan spiritualnya di TikTok, dan mengundang masyarakat untuk bergabung dalam acara syukuran. Ia juga akan membagikan pengalaman dan pengetahuannya tentang spiritualitas dan bagaimana menjadi orang yang lebih baik.