Kontrolnews.co, Papua | Komandan Lanal Biak Kolonel Marinir Karlos R. Deda M.M., M.Tr. Hanla dan TNI AL Wilayah Biak melaksanakan kegiatan dialog bincang pagi dalam rangka HUT Armada dengan tema “TNI Angkatan Laut dalam tugas mendukung pembangunan dan pengembangan sektor Kelautan dan Perikanan di Kab. Biak Numfor”. Kegiatan ini dalam rangka HUT Armada tahun 2021 bertempat di ruang Studio Pro 1 RRI Biak Jumat, 03/12/ 2021.
Acara dialog dan interaktif di pandu Reporter sekaligus Moderatoroleh Okky Pinontoan secara live didampingi Plt. LPP RRI Biak Dg. Siraja, S. Kom, dan Pelaku usaha Perikanan di Kab. Biak Numfor Anderson.
Danguskamla Koarmada III saat. Dialog menyampaikan bahwa sampai saat ini masih belum mempunyai/mengoperasikan unsur sendiri, selama ini apabila ada kegiatan Operasi Guskamla dilaut status KRI tersebut statusnya hanya BKO.
” Setiap tahun Guskamla selalu melaksanakan kegiatan/operasi dilaut dan itu dilaksanakan sepanjang tahun dengan tujuan untuk menjaga keamanan laut kita”. Katanya
Untuk tahun ini Koarmada III akan ada penambahan 2 unsur KRI yaitu KRI Teluk Weda dan KRI Teluk Wondama, dimana nantinya setelah dilaksanakan peresmian salah satu dari KRI tersebut akan diserahkan kepada Guskamla Armada III untuk di Operasikan.
Dalam setiap kegiatan kita selalu mengupdate situasi tentang kerawanan dilaut sehingga kami selalu berkoordinasi dengan Lanal, Posal-Posal yang ada sebagai kepanjangan untuk memberikan informasi.
Hal yang sama di sampaikan Komandan Lanal Biak Kolonel Marinir Karlos R. Deda, MM., M.Tr. Hanla mengatakan untuk tugas dan fungsi Lanal sendiri terdiri dari unsur pelayanan setiap unsur TNI AL yang beroperasi diwilayah kerja kami.
Misalnya pelayanan KRI untuk sandar, penyediaan Logistik seperti BBM dan Air, penyediaan tempat/mess untuk setiap personil TNI AL yang mempunyai kegiatan diwilayah kerja kita serta penyediaan tempat rekreasi. Ujar Danalanal Biak.
Selain tugas tersebut Lanal juga mempunyai tugas tambahan yaitu pembinaan potensi maritim yang berhubungan dengan TNI AL seperti pembinaan masyarakat pesisir, masyarakat nelayan dan pembinaan olahraga serta menegakkan hukum terbatas diwilayah kerja Lanal. Terang Koloniel Karlos.
Untuk Lanal Biak mempunyai wilayah kerja diantaranya Kab. Biak, Kab. Supiori, Kab. Nabire, Kab. Serui dan Waropen dimana daerah ini merupakan wilayah penegakan hukum terbatas bagi Lanal Biak, Pungkasnya.
Sementara itu Danlanudal Biak yang
Pangkalan Udara TNI AL ini sudah ada sejak tahun 1939 dimana waktu itu masih milik Belanda yang dioperasikan sampai tahun 1943, kemudian Jepang masuk dan diambil alih dan diperbesar lagi oleh Jepang.
Basis di Biak ini memang lebih cenderung ke pengakalan udara AL, Alutsista di TNI AL terdiri dari KRI sebagai komponen utama, pesawat udara, Marinir dan pangkalan itu sendiri.
Sebenarnya Lanudal ini harusnya sudah tidak asing bagi masyarakat Biak karena dari dulu sudah berada di Biak hanya organisasinya saja yang berubah dimana pada tahun 1968 sudah terbentuk yang namanya Sionudal (Stasiun udara AL) yang berada di Sorido dan pada saat itu digunakan oleh KKO
Adapun tugas kami disini adalah mendukung Administrasi dan logistik penerbangan seperti pengoperasian, pelayanan penerbangan dan keselamatan penerbangan TNI AL.Katanya.
Komandan Wing udara III menyampaikan Satuan Wing udara ini berada dibawah satuan Puspenerbal TNI AL yang berada langsung dibawah KASAL yang berada di Juanda Surabaya, dimana Puspenerbal saat ini membahahi 3 satuan Operasional yaitu Wing Udara I yang berada di Tanjung Pinang, Wing Udara II yang berada di Juanda dan Wing Udara III yang berada di Biak.
Penghujung acara bapak Anderson menyampaikan Selama ini kami dari sisi masyarakat sudah bekerja sama dengan baik dengan Guskamla, Lanal dan Lanudal, seperti beberapa waktu yang lalu kita membahas tentang perlindungan Hiu, penanaman Mangrove.
Untuk kedepan kami sebagai unsur masyarakat dalam hal menjaga lingkungan akan melibatkan TNI AL dan selama ini apabila kami melaksanakan kegiatan kami mendapatkan support yang luar biasa dari TNI AL Katanya. Dialog interaktif dengan pendengar RRI. (115)




