Lombok Timur “Gas Pol” di 2027: Kemiskinan Turun Drastis, Ratusan Dapur Makan Bergizi Siap Operasi!

Berita115 Dilihat

Kontrolnews.co – Lombok Timur, NTB | Kabupaten Lombok Timur tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam panggung pembangunan nasional. Dalam Musrenbang RKPD 2027 yang digelar di Ballroom Kantor Bupati, Kamis (09/04/2026), daerah dengan populasi terbesar di NTB ini mematok target tinggi: mencapai “Kulminasi Pembangunan” lewat sinergi total dengan pusat.

Bukan sekadar jargon, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin membuktikan keseriusan daerahnya dengan memamerkan kesiapan infrastruktur program unggulan Presiden.

Disaat banyak daerah masih dalam tahap perencanaan, Lombok Timur melaporkan kesiapan yang matang. Sebanyak 241 Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 104 Koperasi Merah Putih** telah berdiri dan siap menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus perbaikan gizi masyarakat dibumi Patuh Karya.

“Kita tidak boleh jalan sendiri. Program kabupaten harus tegak lurus dengan Provinsi dan Pusat. Menjemput program ke pusat itu wajib agar akselerasi terjadi di Lotim,”tegas Bupati yang akrab disapa Haji Warisin tersebut.

Baca Juga  Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Apresiasi Keputusan Pemprov Jabar Selenggarakan Langsung MTQ Jabar

Data terbaru yang dipaparkan dalam forum tersebut menjadi “kejutan” manis. Lombok Timur sukses mencatatkan prestasi gemilang yang sulit ditandingi daerah lain di NTB:

Angka Kemiskinan Terjun Bebas: Dari 14,51% (2024) menjadi 13,53% hanya dalam setahun.

Dengan pertumbuhan 4,93%, Lotim kini kokoh di urutan kedua dari 10 kabupaten/kota se-NTB.

Kemandirian Fiskal: Pendapatan daerah menembus angka fantastis Rp3,47 Triliun (101,21% dari target).

Baca Juga  Jelang Indonesia vs Vietnam, Bupati Rudy Kerahkan ASN dan Petugas Kebersihan Korve Stadion Pakansari

Sasar Investasi, “Haramkan” Bocornya PAD

Meski rapor sedang biru, Bupati memberikan peringatan keras kepada jajarannya. Fokus utama di 2027 sebagai investasi dengan nilai tambah (added value). Sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) dan galian C akan diawasi ketat agar tidak ada kebocoran pendapatan.

“Kita harus bergerak cepat menggali potensi PAD. RKPD ini harus matang, sesuai target ‘Makmur Mendunia’. Jangan sampai capaian yang sudah bagus ini melandai,”tambah Bupati.

Kolaborasi hingga ke Level Desa

Gayung bersambut, Bappeda Provinsi NTB mendorong Lotim untuk mengintegrasikan program Desa Berdaya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lotim, M. Yusri, memastikan pihaknya tidak akan memberikan “cek kosong”. Legislatif akan mengawal ketat setiap tahapan lewat evaluasi per triwulan.

Baca Juga  Pemkab Bogor Tata Kembali Kawasan Puncak, Rest Area, Polsek Cisarua, dan Infrastruktur Strategis Lebih Representatif

“Perencanaan harus berbasis data, bukan asumsi. Kolaborasi ini demi mewujudkan Lombok Timur yang SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan),”pungkas Yusri.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga diwarnai dengan aksi nyata perlindungan sosial, termasuk jaminan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) melalui kerja sama Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan,”tutupnya.