Kontrolnews.co – Lombok Timur, NTB | Kabar gembira bagi warga Lombok Timur, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi menerima suntikan dana segar senilai Rp11,377 miliar lebih dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, Jumat (05/11/2026).
Dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi (hibah RR) pascabencana ini dipastikan langsung digeber untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur vital yang selama ini menjadi nadi perekonomian dan aktivitas warga.
Kepastian ini didapat usai Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, hadir langsung menerima dana hibah tersebut di Jakarta. Dari total Rp564,572 miliar lebih yang dikucurkan BNPB untuk 36 daerah di Indonesia, Lombok Timur menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan alokasi signifikan demi mempercepat pemulihan pascabencana.
Tak tanggung-tanggung, alokasi dana jumbo ini langsung diarahkan ke titik-titik krusial yang selama ini dikeluhkan masyarakat akibat terdampak bencana. Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPBD Lombok Timur, dana hibah ini difokuskan pada empat proyek utama, yakni
Rekonstruksi Jembatan Apitaik-Teko Desa Teko, Kecamatan Pringgabaya.
Rekonstruksi Jembatan Ulem-ulem Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur.
Rekonstruksi Jembatan Berang Panas-Jeruk Manis Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur.
Rehabilitasi Gedung Sekolah SMPN SATAP 1 Montong Gading Desa Perian, Kecamatan Montong Gading.
Kehadiran dana ini menjadi angin segar bagi sektor pendidikan dan konektivitas antardesa. Dengan diperbaikinya jembatan-jembatan penghubung utama serta fasilitas sekolah, aktivitas harian, roda perekonomian, hingga kegiatan belajar-mengajar dipastikan bakal kembali normal tanpa bayang-bayang hambatan infrastruktur rusak.
Di sela-sela penyerahan hibah, Bupati Haerul Warisin tak hanya menyampaikan apresiasi mendalam kepada BNPB, tetapi juga melontarkan gagasan strategis demi efisiensi penanganan bencana ke depan.
Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, beliau secara terbuka mengusulkan agar pemerintah pusat mendekatkan pelayanan kebencanaan dengan mendirikan Balai Penanggulangan Bencana di tingkat provinsi.
Menurut Bupati Haerul, selama ini koordinasi daerah dengan pusat kerap menemui kendala jarak komunikasi yang cukup jauh.
“Bahwa ke depan akan ada Balai BNPB yang akan ditaruh di provinsi. Ini sangat kami syukuri, Pak, karena selama ini kami terlalu jauh berkomunikasi. Mudah-mudahan bisa terwujud BNPB punya balai di masing-masing provinsi,”ungkap Bupati Haerul tegas.
Keberadaan balai setingkat provinsi ini dinilai tidak hanya akan memangkas birokrasi dan mempercepat jalur komando penanggulangan darurat, tetapi juga mengoptimalkan fungsi pengawasan di daerah.
Dengan resmi diserahkannya dana hibah RR ini, Pemkab Lombok Timur berkomitmen untuk mengawal ketat penggunaannya secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku agar manfaatnya dapat segera dirasakan seutuhnya oleh masyarakat,”tandasnya..





Komentar