Kontrolnews.co – Ngawi | Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 yang mengusung tema “Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya”, Pemerintah Desa Giriharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi menggelar Malam Tirakatan di Kantor Desa Giriharjo, Senin (6/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat rasa syukur, mempererat persatuan, sekaligus mengenalkan sejarah Ngawi kepada generasi muda agar terus berkontribusi dalam pembangunan sesuai potensi dan bidangnya masing-masing.
Acara dihadiri oleh Kepala Desa Giriharjo Himawan Guntoro beserta perangkat desa, seluruh kepala dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga Desa Giriharjo yang bersama-sama memanjatkan doa untuk mengenang jasa para leluhur dan mendoakan kemajuan Kabupaten Ngawi.
Malam tirakatan merupakan tradisi yang telah lama dilestarikan masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya Kabupaten Ngawi. Selain menjadi sarana refleksi perjalanan panjang daerah, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat gotong royong, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta membangun kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Giriharjo Himawan Guntoro menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.

“Malam tirakatan ini, mengingatkan kita bahwa kemajuan Ngawi hari ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta terus berkarya demi kemajuan Kabupaten Ngawi. Saya juga berharap generasi muda memahami sejarah daerahnya sehingga memiliki rasa bangga dan semangat untuk mengisi pembangunan sesuai kemampuan dan profesinya masing-masing,” ujar Himawan.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan sejarah, Hari Jadi Kabupaten Ngawi ditetapkan pada 7 Juli 1358 berdasarkan Prasasti Canggu, ketika wilayah Ngawi dikenal sebagai Naditira Pradesa, yaitu kawasan penyeberangan sungai yang memiliki peranan penting dalam aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa Kerajaan Majapahit. Dalam perjalanan sejarahnya, Ngawi juga menjadi bagian penting pada masa Kesultanan Mataram Islam hingga zaman kolonial Belanda yang ditandai dengan berdirinya Benteng Van den Bosch, yang kini menjadi salah satu ikon sejarah Kabupaten Ngawi.
Menurut Himawan, memahami sejarah akan memperkuat jati diri masyarakat sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tantangan pembangunan di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Giriharjo, Kiai Bagyo Bahrudin, mengapresiasi Pemerintah Desa Giriharjo yang secara konsisten melestarikan tradisi malam tirakatan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Ngawi.
“Tradisi ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat tetap menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong. Semoga Hari Jadi Ngawi ke-668 menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk terus membangun daerah agar semakin maju, sejahtera, dan tetap berbudaya,” ungkapnya.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Desa Giriharjo berlangsung dengan khidmat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna. Melalui doa bersama, refleksi sejarah, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan, masyarakat diajak meneladani semangat perjuangan para pendahulu sebagai inspirasi dalam mewujudkan cita-cita “Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya”, menuju Kabupaten Ngawi yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.




