Kontrolnews.co – The Mandalika | Pertamina Mandalika International Circuit kembali menghadirkan drama balapan penuh adrenalin dalam gelaran Porsche Carrera Cup Asia (PCCA) 2025 Seri ke-10, yang berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Persaingan ketat mewarnai jalannya lomba, namun akhirnya Marcus Amand dari Team Betterlife berhasil keluar sebagai pemenang setelah bertarung sengit sejak awal hingga akhir lomba.
Jalannya Balapan
Marcus Amand (pembalap berkenegaraan ganda Perancis dan Finlandia) yang memulai lomba dari pole position tampil konsisten menjaga ritme balapnya. Meski mendapat tekanan ketat dari Enzo Trulli dari Italia (TORO Racing) dan Dylan Pereira dari Luxembourg (Team Shanghai Yonda BWT), Amand tetap mampu mempertahankan posisinya hingga menyentuh garis finis pertama dengan catatan kemenangan tipis.
Selisih waktu kemenangan pun sangat ketat. Amand hanya unggul +0.232 detik dari Enzo Trulli yang finis di posisi kedua. Sementara Dylan Pereira menutup podium di tempat ketiga dengan selisih +0.620 detik. Pertarungan tiga besar ini menjadi tontonan menegangkan bagi para penonton di Grand Stand A Sirkuit Mandalika.
Di belakang mereka, Oscar Targett (EBM) berhasil mengamankan posisi keempat, diikuti Hugo Ellis (Sime Motors Racing) yang finis kelima meski tertinggal cukup jauh dengan gap lebih dari delapan detik.
Hasil Lengkap 10 Besar Seri ke-10 Mandalika:
1. Marcus Amand – Team Betterlife (Winner)
2. Enzo Trulli – TORO Racing (+0.232)
3. Dylan Pereira – Team Shanghai Yonda BWT (+0.620)
4. Oscar Targett – EBM (+1.390)
5. Hugo Ellis – Sime Motors Racing (+8.077)
6. Brock Gilchrist – Team Porsche New Zealand (+10.973)
7. Dylan O’Keeffe – TORO Racing (+11.567)
8. Josh Rowledge – Team Wetrade x PGR (+14.324)
9. Rodrigo Dias Almeida – Team Jebsen (+16.305)
10. Dylan Yip – Phantom Global Racing (+17.297)
Pembalap lain yang finis di luar 10 besar antara lain Bao Jinlong (BWT Phantom G Racing), Francis Tjia (OpenRoad Racing), Eric Kwong (Bergwerk Motorsport), Hu Bo (610 Racing), serta Tien Foo Roy Tang (610 Racing). Mereka tetap menyelesaikan lomba meskipun tertinggal cukup jauh dari rombongan terdepan.
Dominasi Amand di Mandalika
Kemenangan ini menegaskan dominasi Marcus Amand di Mandalika. Setelah tampil impresif di dua sesi kualifikasi dengan meraih pole position, ia mampu menjaga konsistensi performa hingga menyelesaikan balapan sebagai juara. Kombinasi kecepatan, konsistensi, serta strategi pit yang matang membuat Amand tampil tak tergoyahkan sepanjang lomba.
Meski begitu, tekanan dari Enzo Trulli dan Dylan Pereira membuat kemenangan Amand tidak diraih dengan mudah. Perbedaan waktu yang sangat tipis menunjukkan bahwa balapan di Mandalika benar-benar kompetitif, dengan banyak peluang saling salip yang memanjakan penonton.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyampaikan apresiasinya atas kesuksesan penyelenggaraan seri ke-10 Porsche Carrera Cup Asia di Mandalika. “Balapan kali ini benar-benar menunjukkan kualitas kelas dunia. Selisih tipis antara Marcus Amand, Enzo Trulli, dan Dylan Pereira membuktikan betapa ketatnya persaingan. Sirkuit Mandalika kembali mampu menghadirkan tontonan menarik sekaligus tantangan teknis yang luar biasa bagi para pembalap. Kami bangga bahwa Mandalika terus menjadi tuan rumah ajang motorsport internasional seperti ini,” ujar Priandhi.
Ia juga menambahkan bahwa penyelenggaraan event ini bukan hanya mengangkat nama Indonesia di dunia motorsport, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, khususnya di Lombok dan Nusa Tenggara Barat.
Dengan kemenangan Marcus Amand di Sirkuit Mandalika untuk seri ke-10 pada Sabtu ini, persaingan klasemen Porsche Carrera Cup Asia 2025 dipastikan semakin ketat menjelang seri-seri berikutnya. Para penggemar motorsport kini menanti apakah Amand dapat mempertahankan momentumnya, atau justru rival-rivalnya seperti Enzo Trulli dan Dylan Pereira mampu membalikkan keadaan.
Pertamina Mandalika International Circuit sekali lagi membuktikan dirinya sebagai panggung spektakuler bagi balapan kelas dunia, menghadirkan kombinasi antara kompetisi sengit, fasilitas berkelas internasional, dan panorama eksotis yang tiada duanya. (MGPA)




