Masyarakat di Himbau Tidak Panik dan Risau Akan Kenaikan Harga BBM

Berita229 Dilihat

Kontrolnews.co | Pemerintah belum memberikan kepastian kenaikan harga BBM solar dan pertalite yang selama ini dinilai sebagai penambah beban subsidi ratusan triliun.

Menteri keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa subsidi energi yang telah ditambah menjadi Rp. 502,4 triliun beresiko kurang seiring dengan kuota BBM yang semakin tipis dan tingginya harga minyak.

Total subsidi dan kompensasi berdasarkan Perpres 98/2022 nilainya mencapai Rp. 502,4 triliun . Nilai ini naik tiga kali lipat lebih dari subsidi dan kompensasi berdasarkan APBN 2022 awal yang hanya sebesar Rp. 152,5 triliun.

Baca Juga  Ketua DKM Masjid Raya Al-Jabbar Ajak Warga Jabar Jaga Kondusivitas dan Keamanan Daerah

Mencernati perkembangan terkini, Sri Mulyani mengungkapkan harga minyak mentah masih terus naik akan mencapai US$ 105/barel pada akhir tahun, lebih tinggi dari asumsi makro pada Perpres 98/8/2022 yaitu US$100/barel.

Dari data yang ada, ternyata BBM Bersubsidi lebih banyak dinikmati golongan yang lebih mampu, untuk itu kebijakan subsidi dan kompensasi akan disesuaikan agar APBN dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Pekan Seni Media Rupakala 2026 Hadir Di Kabupaten Bogor

Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Taufik Kurniawan menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik terhadap kenaikan BBM, karena pemerintah menaikan itu, bukan tidak beralasan.

Polri akan memberikan pengamanan dalam upaya pelayanan terhadap masyarakat yang akan melakukan kegiatan – kegiatan masyarakat jika ada kenaikan BBM.

Baca Juga  Rudy Susmanto Minta Perangkat Daerah Evaluasi Program, Jaga Kesehatan Fiskal Daerah

Masyarakat jangan melanggar hukum apalagi berbuat anarkis dan membuat kerusuhan karena akan merugikan semua pihak.

Pihak Kepolisian akan melakukan penindakan tegas terhadap pelanggar hukum, apalagi yang membuat kerusuhan.