PKN Jabar Pembekalan Konsolidasi Dapil 1 Jabar Bandung-Cimahi

Polhukam342 Dilihat

Kontrolnews.co – Bandung | Perkuat strategi jelang pemilu Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Jawa Barat berlari menuju kemenangan, Pembekalan Konsolidasi Dapil 1 Jawa Barat Kota Bandung-Cimahi bertempat di Grand Asrilia Hotel Convention Bandung. Senin 13 November 2023.

Kehadiran Ketua Umum PKN Dr. H. Anas Urbaningrum, M.Si. di sambut meriah oleh para kader partai dengan pengalungan bunga dan menyerukan Maung .. maung .. maung .. menang .. menang .. menang, di pimpin langsung oleh Dr. HM.Farhat Abbas, SH.,MH selaku Ketua Panitia Pelaksana Pembekalan yang juga berlaku sebagai Caleg DPR RI Jabar 1 Kota Bandung-Cimahi hadir juga Sekjen PKN Pusat DR. H. Sri Mulyono, S.Sos.,MM, Kapimda PKN Jabar Drs. H. Lukman Malanuang, Sekjen Pimda PKN Jabar Humar Dani, SE.,SH.,MM.,MH. dan para Caleg Dapil 1 Jabar Kota Bandung dan Cimahi.

Pada kesempatannya Anas Urbaningrum menyampaikan, walau partai baru namun jika sikap dan tradisi dan cara berfikirnya lama tentunya bisa di katakan lama. Sebagai partai baru harus menegaskan bahwa partai kita memiliki ideologi yaitu Pancasila yang mempunyai nilai dasar kesepakatan bangsa.

“Jika tidak memiliki nilai dasar maka kader PKN akan menjadi robot politik yang mudah di remot dari jauh, apalagi pengendaliannya yang di luar nilai dasar hal tersebut akan menjadi masalah. Jika Ingin Berhasil Kader Harus Punya Keyakinan,” ucap Ketum PKN.

Kader PKN, sambung Anas, harus memiliki kecakapan visi ideologis, serta komitmen yang perlu di bangun agar sampai pada tujuan yaitu Kebangkitan Nusantara.

“Partai PKN dan kader-kader mesti setia dan loyar selama-lamanya kepada sumber politik dan demokrasi yaitu kepada kepentingan rakyat, PKN diharap tidak menambah inflasi terhadap kepentknhan rakyat, harus sebaliknya sungguh-sungguh menjalankan kepentingan rakyat,” jelasnya.

Dilanjutkannya kembali, PKN sebagai Partai sebagai institusi, Kader Partai selaku praktisi harus selalu berada di tengah-tengah rakyat, karena itu merupakan dasar untuk menjadi partai yang berbeda, dan akan di percaya.

“Pemilu 2024 belum tentu menjadi puncak kemenangan PKN namun hal ini masih baru awal, dan barang siapa yang mengawali maka itulah yang di sebut berani, jangan ingin menjadi follower alias pengikut,” tandasnya***