Kontrolnews.co – Garut | Lapas Kelas IIA Garut menyelenggarakan pembinaan kepribadian melalui pendidikan keagamaan dan pembelajaran membaca selama periode 19–24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut memberi ruang bagi warga binaan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengembangkan kemampuan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 107 warga binaan tercatat sebagai santri dalam kegiatan pembelajaran di Pesantren Taubatul Mudznibiin. Pembinaan bagi warga binaan Muslim juga mencakup kegiatan renungan qolbu setiap Senin dan Rabu, serta kultum dan salat Zuhur berjemaah setiap hari.
Pembinaan rohani turut diselenggarakan bagi warga binaan Kristen melalui kebaktian setiap Selasa dan Kamis. Pelaksanaan kegiatan keagamaan ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengikuti pembinaan sesuai agamanya.
Di bidang literasi, lima warga binaan mengikuti pembelajaran membaca yang dijadwalkan setiap Senin hingga Kamis dan Sabtu. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu peserta mengembangkan kemampuan membaca sebagai bekal mengikuti pembelajaran dan mengakses informasi.
Pendidikan agama dan literasi menjadi bagian yang saling melengkapi dalam pembinaan kepribadian. Keduanya menyediakan kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Garut menjalankan peran pembinaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan memberi perhatian pada kebutuhan spiritual dan pendidikan warga binaan.





Komentar