Sektor 23 Pembibitan Satgas Citarum Sub 3 Citawa Melakukan Sosialisasi di Petak 69F

TNI POLRI249 Dilihat

Kontrolnews.co – Kab. Bandung | Anggota Sektor 23/Pembibitan Satgas Citarum Harum Sub 3 Citawa melakukan Sosialisasi di Petak 69F yang berada di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sabtu (16/07/22).

Serta Budi anggota Sektor 23/pembibitan Sub 3 Citawa mengatakan, Kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk mengedukasi dan memberikan arahan tentang cara bertani yang baik sehingga alam akan tetap terjaga.

“Kita memberikan arahan kepada masyarakat tentang pola tanam yang baik dan memberikan himbauan agar menjaga dan merawat tanaman yamg sudah di tanam”. Katanya.

Baca Juga  Wakapolda NTB Hadiri Hari Santri 2026, Generasi Muda Diajak Siapkan Indonesia Emas

Untuk itu, Lanjut Serta Budi, dengan adanya kegiatan sosialisasi di harapkan agar kesadaran warga akan cara bertani yang benar akan terwujud dan mengurangi adanya pembukaan lahan secara liar.

“Dengan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, berharap, agar pola pikir masyarakat akan lebih berkembang sehingga sasaran dari citarum harum akan tercapai”. Ucap dia.

Baca Juga  Ruang Publik Bukan Arena Kekerasan, Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi dengan Damai

Ditempat terpisah, Dansektor 23 Kol. Inf. Mochamad Ridwan mengatakan, sosialisasi dan patroli merupakan tugas rutin sektor 23 pembibitan sebagai salahsatu upaya dalam menjaga lingkungan dan ekosistem.

“Diharapkan, dengan sosialisasi dan patroli tersebut akan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan”. Katanya.

Pasalnya, menurut Dansektor, pepohonan khususnya pohon keras mempunyai peranan penting dalam upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Baca Juga  Kapolres Lombok Timur Gelar Jumat Keliling di Masjid Nurul Sa’adah, Ajak Masyarakat Waspada Hoaks

“Berharap masyarakat paham akan pentingnya menjaga dan merawat pohon, karena pohon dapat meresap air jika hujan turun dan mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor maupun banjir”. Pungkasnya.

(Red)