Kontrolnews.co – Bandung | Sektor 9 Citarum Harum melaksanakan sosialisasi edukasi pengolahan sampah dan membagikan ratusan paket sembako kepada warga masyarakat bertempat di Kelurahan Margasuka, Bandung. Kegiatan tersebut mengusung tema “Kolaborasi untuk Pemulihan dan Pelestarian DAS Citarum”. Jum’at 22 Mei 2026.
Acara tersebut secara langsung dibuka oleh Komandan Sektor 9 Citarum Harum, Kolonel Kav. Sudradjat Dirgahayu, S.Sos., dalam sambutannya, dimana pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam pemulihan dan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Dijelaskannya bahwa, sosialisasi tersebut Dansektor 9 ingin menyampaikan bahwa pengolahan sampah bisa di mulai dari rumah.

Pisahkan sampah organik dan anorganik, manfaatkan sampah organik untuk kompos dan kurangi sampah plastik sekali pakai.
Intinya, “Satgas Citarum Harum Sektor 9 bersama dengan LH Kota Bandung, siap mendampingi dan memfasilitasi, akan tetapi tanpa adanya peran aktif masyarakat upaya ini tidak akan berjalan secara optimal,” ucap Kolonel Kav. Sudradjat.
Selain Dansektor 9, giat sosialisasi tersebut dihadiri oleh Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., Sekretariat PPK DAS Sandhi Firmansyah, Sekdis LH Kota Bandung, Dadang Setiawan, S.IP, Lurah Margasuka, Darmawansyah, S.STP, Ketua RW. 02 Noor Satri Bani Toha juga berlaku sebagai nara sumber.

Pada kesempatannya, Kolonel Inf. Yanto Kusno menyampaikan, selaku Dansatgas saya menghadiri acara sosialisasi yang di adakan Sektor 9 Citarum Harum, kita tinjau salah satu RW yang bisa di katakan RW ini patut di jadikan percontohan terkait pengolahan sampah.
“Beberapa yang disampaikan, baik oleh RW dan masyarakat bisa mengelola sampah kurang lebih 1,2 ton per hari dari 329 KK. Sebenarnya penyelesaian sampah dari sumbernya ya seperti ini,” jelasnya
Menurutnya, apa yang disampaikan Presiden dan Gubernur kita harus bisa menyelesaikani sampah dari sumbernya, dari rumah tangga dari yang terkecil dikelola oleh RT, dikelola RW jadi jangan hanya mengandalkan pendamping dari sarimukti atau tempat tempat lain.
“Jadi lebih ringan karna jumlah sampahnya tidak banyak pengolahannya tinggal ada kemauan hasilnya juga bisa di nikmati oleh masyarakat itu sendiri,” tegas Kolonel Inf. Yanto Kusno.

Sementara Noor Satri selaku nara sumber pada giat sosialisasi mengatakan, sampah yang betul betul meresahkan warga dan saya ada pemikiran dan berdiskusi bagaimana sampah ini diolah dan bermanfaat
“Kita punya motto Jangagn membenarkan yang sudah biasa tapi membiasakan yang benar, jadi tidak ada yang tidak bisa semua bisa berdasarkan kemauan diri sendiri”, ucap Noor.

Selaku Lurah setempat Darmawansyah menambahkan, Alhamdulillah untuk pengolahan sampah di Kelurahan Margasuka khususnya RW. 02 sudah selesai di tempat, dalam satu hari bisa diselesaikan sekitar 1200 Kg sampah organik, ini merupakan contoh yang sangat baik untuk RW khususnya yang ada di kelurahan Margasuka.




