Kontrolnews.co – Bandung | Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh biaya pengobatan korban penyekapan dan penganiayaan berinisial YTR ditanggung hingga pulih. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akrab di sebut KDM menyebut anggaran telah disiapkan sesuai perhitungan sementara.
“Pihak keluarga juga akan berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban. Kemudian dari situ, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh.
Berdasarkan catatan keuangan yang saya miliki hari ini, maka dibutuhkan dalam dua minggu ini sebesar Rp1 miliar rupiah. Dan kami menyiapkannya,” kata Dedi saat konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Jumat, 26 Juni 2026.
Komitmen itu diberikan agar keluarga bisa mendampingi korban penuh tanpa beban biaya pengobatan maupun kebutuhan harian. Pemprov Jabar juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan pihak terkait agar penanganan medis optimal.
Selain biaya perawatan, KDM mengumumkan hadiah sayembara Rp250 juta dialihkan kepada keluarga korban setelah tersangka ditangkap Polda Jabar.
“Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya, ‘Kan tidak mungkin Polda Jabar menerima sayembara.’ Sehingga meminta pada saya, ‘Sudah, nanti kita serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya,” ucap KDM.
KDM menilai pengumuman sayembara memberi efek psikologis ke tersangka saat buron. Kondisi itu disebut memengaruhi pergerakannya hingga ditangkap di Kompleks Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.
“Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Yaitu dia pergi ke mana pun, merasa banyak orang yang mengawasi. Sehingga dia mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung,” ujar Dedi.
Masyarakat yang ingin membantu tetap dipersilakan. Namun Dedi menegaskan biaya pengobatan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga donasi bisa difokuskan untuk kehidupan keluarga dan masa depan korban.
“Yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban. Yang kedua, terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya. Dua hal itu sudah, sehingga keluarga korban dalam keadaan tenang. Minimal tenang tidak memikirkan kebutuhan-kebutuhan keseharian,” pungkasnya.




