Kontrolnews – Bandung | Intensitas hujan yang mengguyur Kota Bandung kemarin Senin (05/06/23), memberi dorongan volume air lebih besar, sehingga mengakibatkan jebolnya tanggul anak Sungai Cisalatri yang berada di RW. 01 & 02 wilayah Kelurahan Palasari, Cibiru, Bandung.
Mendengar adanya tanggul yang jebol Satgas Sektor 22 Citarum Harum Sub 07 langsung bergegas melakukan pengecekan kelokasi, setalah dinyatakan benar adanya, Sub 07 yang di pimpin oleh Serma Abdulloh Fauzi, langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dan unsur kewilayahan guna melakukan perbaikan. Selasa (06/06/23).
Dari hasil pantauan dilokasi, Satgas beserta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Ujungberung beserta Pasukan Gorong-gorong Bersih (Pasgober) Kelurahan Palasari dan Linmas bahu membahu membuat tanggul darurat untuk menutup jebolan tanggul agar dapat menghalau air yang masuk ke pemukiman warga.
Serma Abdulloh Fauzi menjelaskan, jebolnya tanggul di akibatkan karena curah hujan yang cukup deras, volume air yang datang pun cukup besar tanggul tidak kuat menahan berujung jebol.
“Kejadiannya sekira kemarin malam, dari kejadian tersebut tentunya kami (Satgas) bergerak cepat berkoordinasi dengan dinas terkait dan unsur kewilayahan dengan segera memperbaiki tanggul dengan tumpukan pasir yang dimasukkan kedalam karung, guna mengantisipasi dini agar air yang berada di anak sungai tidak masuk ke area pemukiman warga,” jelasnya.
Kedepan, lanjut Abdulloh, tanggul yang jebol akan di perbaiki oleh dinas terkait secara permanen, dan kegiatan pun alhamdulillah berkat kerja sama dan sifat gotong royong, sekira pukul. 14.05 tanggul darurat dapat terselesaikan dengan baik dan cepat.
“Dari kejadian tersebut, tentunya selain dari curah hujan yang deras mendorong volume air yang besar, tentunya ada beberapa bangunan liar yang berdiri di badan anak sungai, sehingga hal tersebut juga menjadi salah satu faktor terhambatnya aliran sungai, perlu kami himbau kepada yang memiliki bangunan agar tidak membangun di atas atau dibantaran sungai karena itu akan sangat mengganggu fungsi sungai,” tandas Abdulloh.
(Pendam III/Siliwangi)




