Tenaga Honorer di Tengah Keterbatasan, Ade Saputra Tetap Total Dampingi Petani Lombok Timur

Berita93 Dilihat

Kontrolnews.co – Lombok Timur | Tenaga honorer kerap dihadapkan pada keterbatasan kesejahteraan, minimnya fasilitas, hingga ketidakpastian masa depan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Ade Saputra dalam menjalankan tugasnya sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Swadaya di Kabupaten Lombok Timur.

Setiap pagi, Ade sudah bersiap menuju wilayah binaannya. Ia menyusuri pematang sawah, berdiskusi dengan petani, memeriksa kondisi tanaman, hingga memberikan solusi atas persoalan yang muncul di lapangan, mulai dari serangan hama, kualitas pupuk, hingga pola tanam yang kurang optimal.

Baca Juga  Normalisasi Sungai Cibeuteung Jadi Langkah Strategis Pemkab Bogor Tangani Banjir

Meski berstatus honorer, tanggung jawab yang ia emban tidak berbeda dengan penyuluh lainnya. Ia aktif mendampingi kelompok tani dalam penyusunan rencana tanam, pengajuan bantuan, serta pengelolaan administrasi program pertanian dari pemerintah daerah maupun pusat.

โ€œStatus bukan alasan untuk bekerja setengah hati. Selama petani membutuhkan pendampingan, saya akan tetap hadir,โ€ ujar Ade, Rabu, 11/2/26.

Baca Juga  Seleksi Terus Berlanjut, Bupati Bogor Pastikan Jabatan Diisi Talenta Terbaik

Di mata para petani, Ade dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui dan cepat tanggap. Ia tidak hanya hadir saat ada program, tetapi juga ketika petani menghadapi persoalan mendesak di lapangan. Keberadaannya menjadi jembatan penting antara pemerintah daerah dan masyarakat tani.

Dedikasi yang ditunjukkan Ade menjadi gambaran bahwa pengabdian tidak selalu ditentukan oleh status kepegawaian. Ia membuktikan bahwa profesionalisme dan integritas tetap bisa dijaga, meski dalam keterbatasan.