Wakapolda Papua Hadiri Pembukaan Kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-6

TNI POLRI122 Dilihat

Kontrolnews.co – Papua |  Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat, S.H hadiri kegiatan KMAN IV (Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-6) yang bertempat di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Senin (24/10).

Pada kegiatan tersebut juga turut hadir Danlantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Feryanto Pardamean Marpaung, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP., Bupati Jayapura Mathius awoitauw, S.E, M.Si., PJ Bupati Sarmi Markus O. Mansnembra, S.H, M.M., dan instansi terkait lainnya.

Kongres kali ini merupakan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-6 yang sering disebut KMAN VI, Kegiatan yang di laksanakan di Papua ini sudah di tentukan sejak 5 tahun lalu pada saat kegiatan KMAN V di Medan.

Wakapolda Papua mengawali kegiatan tersebut dengan berjalan kaki bersama rombongan peserta KMAN VI menuju Stadion Barnabas Youwe, Sentani kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tarian kolosal yang dibawakan oleh 500 anak-anak pelajar Kabupaten Jayapura.

Baca Juga  Waspada Modus Beli Kendaraan Murah, Polda Jabar Sita Baju Loreng hingga Senjata Mainan

Pada sambutannya, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si mengatakan bahwa selaku panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke 6 di Jayapura, dirinya mengharapkan kegiatan yang telah diadakan setiap tahun tersebut dapat berjalan lancar dan sukses.

Ia juga menyampaikan bahwa Kongres kali ini merupakan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-6 yang sering disebut KMAN VI. Kegiatan yang dilaksanakan di Papua ini sudah ditentukan sejak 5 tahun lalu pada saat kegiatan KMAN V di Medan.

Baca Juga  Bisnis Gelap Benih Lobster Dibongkar Polisi, Tiga Tersangka Terancam Jerat TPPU

“Kegiatan ini akan dilaksanakan hari ini tanggal 24 sampai dengan 30 Oktober 2022 dan KMAN ke-7 akan dilaksanakan dimana nantinya akan di putuskan bersama,” ucapnya.

Bupati Jayapura menambahkan, dalam suasana seperti ini, Bhineka Tunggal Ika bukan hanya sekedar kata-kata akan tetapi merupakan dasar suatu ikatan yang kuat, dan mereka yang menciptakan Kebinekaan ini bertujuan untuk mempersatukan Indonesia dalam bingkai NKRI.

Baca Juga  Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda NTB Kompak Bersihkan Lingkungan Mako

“Disini tidak ada yang namanya perbedaan agama suku dan ras, yang ada hanya satu perjuangan untuk Indonesia,” pungkas Mathius Awoitauw.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pemutaran vidio laporan kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-6 dan pembukaan secara simbolis dengan meniup alat musik FUU.

(Tim)