Pelayanan Buruk RSUD dr Soedjono Selong Berujung Pasien Meninggal

Berita539 Dilihat

Kontrolnews.co – Lombok Timur | Kualitas pelayanan RSUD dr. Raden Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) di sorot.

Masyarakat mengungkapkan ada seorang pasien meninggal yang berasal dari Kembang Kerang, tindakan dan pelayanan medis yang di butuhkan pasien tidak segera di lakukan oleh petugas medis.

“Pasien sangat darurat sangat membutuhkan perawatan dan obat – obatan tidak di layanani sesuai SOP yang ada sehingga pasien meniggal, kata Sayadi ketua Aliansi Masyarakat Adat Lombok Timur di Selong Senin, 22 Juli 2024 kepada Wartawan.

Sayadi mengungkapkan sudah banyak menerima sejumlah keluhan dari sejumlah pasien rumah sakit atas buruknya pelayanan RSUD dr. Raden Soedjono Selong.

Sayadi menyebut keluhan itu didengar sendiri secara langsung dari pasien dan keluarga pasien.

“Saya kerumah sakit menengok para pasien, kemudian bertemu dengan banyak pasien dan mereka mengeluhkan pelayanan, kata Sayadi.

Baca Juga  Pemerataan Ekonomi Jadi Fokus, Pemkab Bogor Kembangkan Pusat Pertumbuhan di Barat dan Timur

Kontrolnews mengkonfirmasi Direktur RSUD dr. Raden Soedjono Selong H. Muh Hasbi Sentoso, sayangnya yang bersangkutan enggan menanggapi keluhan dan kritikan yang dilayangkan ke pihaknya.

“Ketika di hubungi melalui telpon selulernya tidak aktif, dan tidak ada respon, terkesan memilih dan memilah wartawan baru mau diwawancarai.

Aliansi Pemuda Aktivis Lombok Timur melalui sekretarisnya NESTU menyatakan program Pepadu Sakti yang sudah di gaungkan oleh Pj Bupati Lombok Timur H.M. Juaini Taufik beberapa waktu lalu, artinya apa, ya diharapkan agar pelayanan lebih baik dan prima, namun faktanya akhir – akhir pelayanannya buruk dan banyak pasien meninggal.

Tidak hanya itu, bukan pelayanan yang baik di kedepankan akan tetapi terkesan para petugas medisnya mengedepankan bisnis mereka termasuk Direktur dan dokternya serta petugas medisnya.

Baca Juga  Selain Puncak, Transportasi Bogor Barat Bakal Ditunjang Kereta Tenjo-Jasinga

Sebagai informasi yang perlu di ketahui oleh masyarakat adalah para petugas medis di RSUD dr. Raden Soedjono sangat lalai dalan melaksanskan tugas dan fungsinya, kalau pasiennya kaya cepat di layani dan menawarkan pelayan prima bahkan ruang kelas satu, tapi giliran pasiennya kurang mampu, yang pertama di cari kelengkapan administrasi dan bayarannya, ungkapnya.

Kami minta dengan tegas dan mendesak Pj Bupati Lotim H. M. Juaini Taufik mengevaluasi Direkturnya, dokternya, dan para petugas medisnya, apabila di perlukan ganti Direkturnya yakni dr H M. Hasbi Santoso, karena selama ini di bawah kendalinya banyak keluhan dan masalah, ungkapnya.

Dewan RSUD dr. Raden Soedjono Selong juga sepertinya tidak paham bagaimana tugas dan fungsinya sebagai Dewan Pengawas, mereka hanya duduk santai terima gaji / honor, pungkasnya.

Baca Juga  Pemkab Bogor Siapkan Bus Listrik Tembus Depok Hingga Puncak

Ketua Umum Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS), Lalu Anugerah Bayu Adi meminta agar Pj Bupati Lotim dan Direktur RSUD dr. Raden Soedjono Selong segera menyelesaikan masalah ini karena para dokter dan para petugas medis selama ini mereka bekerja abai dan lalai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dan termasuk pelayanan semua Puskesmas di 21 Kecamatan di Lombok Timur dan Kadis Dikes juga segera mengevaluasi petugas medisnya di Puskesmas karena itu merupakan domainnya, ungkapnya.