Desa Jambeyan Jadi Tuan Rumah Study Komparasi Ketahanan Pangan

Berita Utama314 Dilihat

Kontrolnews.co – Sragen | Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, kedatangan tamu dari BPD Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

Kedatangan Rombongan dari desa Tipar Kidul tak lain, ingin tukar pengalaman di bidang ketahanan pangan, BUMDes dan Pariwisata. Kedatangan rombongan tersebut, disambut dengan senang hati oleh Pemerintah Desa Jambeyan. Sabtu, 28 September 2024.

Kepala desa Jambeyan Hartana, yang akrab disapa Mbah Ronggo mengatakan, di Desa Jambeyan kedatangan rombongan tamu dari Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas berjulah sekitar 13 orang.

Rombongan disambut dengan tangan terbuka dan senang hati oleh, Kepala Desa Jambeyan dan perangkatnya, BPD semua bidang hadir semua. Untuk menyambut Tamu dari Kabupaten Banyumas yang melakukan Study Komparasi di bidang Ketahanan Pangan, BUMDes dan Pariwisata, ” Tutur kades.

Lebih lanjut, Mbah Ronggo menyampaikan, bahwa beberapa bidang di desa Jambeyan di antaranya:

Ketahanan Pangan :

masyarakat desa Jambeyan selalu kalah terutama di bidang Pertanian, di musim panen pasti mengeluh harga gabah turun, sedangkan pupuk dan obat mahal tidak sesuai yang diharapkan.

“Kemudian ada salah Satu warga mempunyai ide atau gagasan yaitu sdr. Kumarudin jika desa Jambeyan harus mempunyai Lumbung Padi, untuk membeli dan menyimpan hasil panen Petani, jika harga padi sudah harga mahal baru di jual.”

Ternyata gagasan tersebut diterima oleh Masyarakat Desa Jambeyan, lalu di usulkan ke Kabupaten Sragen dan di terima untuk pembangunan lumbung desa, yang di bangun dekat balai desa yang masih di gunakan sampai sekarang, dan masyarakat desa Jambeyan sekarang tidak kekurangan Pangan.

BUMDes

Dengan adanya BUMDes sangat membantu bagi masyarakat Desa Jambeyan, untuk simpan pinjam bunga di bawah BRI, dan setara dengan KUR BRI

“Lebih heran lagi masyarakat desa Jambeyan pinjam Rp 5 juta, pulang bawa Rp 5 juta lebih100 ribu rupiah. Menguntungkan lagi, kalau masyarakat desa Jambeyan punya Hajat atau Mantu istilah Jawa, dan lain-lain dibiyayai oleh BUMDes, setelah selesai Hajatan dikembalikan dan masyarakat nambahi seikhlasnya. Itulah kelebihan dari BUMDes tiap Tahun saldo tambah terus dan berdiri sampai sekarang, intinya masyarakat desa Jambeyan tidak boleh hutang ke Bank yang memberatkan Masyarakat khususnya desa Jambeyan.”

Semoga adanya BUMDes ini, masyarakat desa Jambeyan hidupnya lebih maju damai dan sejahtera.

Pariwisata

Sekarang desa Jambeyan sudah ada tempat wisata yaitu, pemandian Air Belerang yang bernama Bayanan. Sekarang sudah di renovasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sragen, dan sekarang mau nambah 2 lagi Wisata yaitu, peninggalan Nenek Moyang Petilasan Makam Raden Hariyo Bangsal yang di kenal (Joko Buduk). Menurut cerita sebetulnya yang dimakamkan disitu adalah Tongkatnya, terletak di Dukuh Gamping, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. yang aslinya Makam Joko Buduk di puncak Gunung Lir liran, Dukuh Dungsalak, Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jelasnya.

Sumber Air Bersih yang terletak di Dukuh Betong, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, airnya sangat jernih bersih buat Konsumsi masyarakat khususnya Desa Jambeyan, udah di ujilab hasilnya sangat bagus rasanya kalau di minum ada rasa manis-manisnya, Sekarang sudah dibangun oleh Desa Jambeyan.

Semua Tamu selesai pertemuan langsung ditemukan sama ketua bidangnya masing-masing diantaranya Pertanian, BUMDes dan Pariwisata semua saling tanya Jawab di bidang masing-masing, sampai tahu dan paham agar tidak sia-sia datang ke Desa Jambean khususnya, Pungkasnya.