Komandan 1015/Sampit Via Podcast RGS Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD

TNI POLRI256 Dilihat

Kontrolnews.co – Kotawaringin Timur |  Dalam rangka melaksanakan sosialisasi (kampanye kreatif) penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat secara transparan, Komandan Kodim (Komando Distrik Militer) 1015/Sampit Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata, S.A.P.M.Han mengadakan dialog interaktif melalui Siara Televisi Sampit TV bertempat di Studio Sampit TV. Jalan Tidar 1, Kecamatan Baamang, Kab. Kotim, Sabtu (25/01)

Sosialisasi ini menegaskan bahwa penerimaan prajurit TNI AD sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata, S.A.P.M.Han menyampaikan bahwa seluruh pemuda Indonesia yang pasti warga negara Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung, asalkan memenuhi syarat umum dan khusus untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk kesehatan, fisik, mental, dan kelengkapan administrasi.

“Setiap pemuda warga negara Indonesia mempunyai kesempatan untuk menjadi prajurit asal memenuhi syarat dan ini merupakan salah satu proses perekrutan prajurit dan informasi dapat menyebar melalui podcast ini,” ujar Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata,S.A.P..Han

Baca Juga  Antisipasi Karhutla, Tim SAR Batalyon A Pelopor Laksanakan Patroli Kaki Gunung Geulis

“Penerimaan Tamtama TNI AD tahun 2025 ini direncanakan dan dilaksanakan dalam 2 gelombang, yaitu gelombang I dan II. Tahapan seleksi yaitu kodim admin, Korem (fisik, kir), Kodam XII/Tpr kembali menjalani pendidikan di Rindam XII/Tpr” lanjut Dandim

Proses seleksi, lanjut Dandim, dirancang secara ketat dan transparan untuk memastikan hanya calon terbaik yang memenuhi kriteria. Beberapa tahap seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, uji fisik, psikologi, hingga jejak digital, guna menjaring calon prajurit yang memiliki integritas tinggi.

Baca Juga  Tak Kenal Lelah, Tim Kesehatan Polda NTB Layani Warga di Pelosok Ende

“Dan animo pemuda di wilayah Kab. Kotim dan kab. Seruyan cukup tinggi salah satu kendalanya dikarenakan kurangnya informasi dan rasa takut tentang prosedur penerimaan anggota maka ini menjadi kendala untuk mengikuti pendaftaran prajurit TNI” lanjut Dandim