Setelah 5 Tahun Menunggu, Warga Sugian Sambut Gembira Pos Terpadu Polairud Polda NTB

TNI POLRI211 Dilihat

Kontrolnews.co – Mataram | Harapan panjang warga pesisir Desa Sugian akhirnya terwujud. Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda NTB, Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, S.I.K., M.H., atau akrab disapa Kombes Boy Samola, meresmikan Pos Terpadu di Dusun Kokoq Pedeq, Kecamatan Sambelia.

Dalam sambutannya, Kombes Boy Samola menegaskan komitmennya, untuk memaksimalkan penjagaan kelestarian dan keamanan wilayah perairan, khususnya di perairan Sambelia yang menjadi pintu gerbang ke dua destinasi wisata andalan, Gili Sulat dan Gili Lawang.

Baca Juga  Resahkan Warga Di Kawasan Stasiun Garut, Tiga Orang Dalam Kondisi Pengaruh Miras Diamankan Polisi

“Kapal Patroli Polisi XXI-2012 beserta enam ABK akan standby di sini, untuk memastikan keamanan laut tetap terjaga. Tapi semua itu akan lebih maksimal jika kita saling bekerja sama dan mendukung,” ujarnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lombok Timur, khususnya Camat Sambelia, atas dukungan penuh terhadap terbentuknya Pos Terpadu tersebut.

Peresmian tersebut turut disertai penandatanganan MoU antara Ditpolairud Polda NTB dengan Pemerintah Desa Sugian, yang menjadi dasar sinergi menjaga wilayah pesisir.

Baca Juga  Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Tak hanya fokus pada keamanan, Kombes Boy Samola bersama sang istri juga menyerahkan bantuan sosial berupa 80 paket sembako, 3 kursi roda untuk penyandang disabilitas dan lansia, serta sepasang tongkat untuk warga yang sakit. Ditambah, dengan menggandeng Bid Dokkes, warga pesisir mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Kepala Desa Sugian, yang hadir bersama Camat Sambelia, mengaku warga sangat antusias dengan kehadiran Pos Terpadu ini.

Baca Juga  Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Sukapura

“Kami sudah hampir lima tahun menunggu. Sekitar 70 persen beban desa akan teringankan karena keamanan wilayah perairan, termasuk kawasan wisata mangrove, kini terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Dengan keberadaan Pos Terpadu tersebut, warga pesisir Sambelia kini bisa berlayar, menangkap ikan, dan mengembangkan pariwisata dengan rasa aman yang lebih kuat.