Lapas Garut Gelar Seleksi Tim Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Berita19194 Dilihat

kontrolnews – Garut | Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut melaksanakan kegiatan Seleksi Tim Zona Integritas.

Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Aula Lapas Garut.

Kegiatan seleksi ini di buka secara langsung oleh Kepala Lapas Garut, Rusdedy, dan di ikuti oleh seluruh peserta seleksi dengan di saksikan para pejabat struktural.

Seleksi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berintegritas, profesional, dan berkomitmen penuh dalam pembangunan Zona Integritas di lingkungan Lapas Garut.

Baca Juga  Tinjau Puskesmas Gunung Sindur Saat 'Hari Kejepit', Wabup Jaro Ade Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal

Dalam amanatnya, Kalapas Garut Rusdedy menegaskan bahwa pencapaian predikat WBK/WBBM bukan semata-mata berorientasi pada hasil akhir.

Melainkan harus melalui proses yang panjang, konsisten, dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan seleksi ini merupakan bagian penting.

Proses tersebut untuk memastikan tim yang terbentuk benar-benar memahami nilai-nilai integritas dan mampu mengimplementasikannya dalam tugas sehari-hari.

Baca Juga  RSUD Idham Chalid Ciawi Serap Aspirasi Publik untuk Tingkatkan Kinerja Pelayanan

“Zona Integritas tidak hanya bicara tentang target atau penilaian, tetapi bagaimana kita menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh, di mulai dari kesiapan SDM yang memiliki komitmen dan pemahaman yang kuat,” ujar Rusdedy.

Adapun tahapan seleksi terdiri dari dua jenis tes, yaitu tes pengetahuan umum terkait WBK/WBBM serta tes wawancara.

Kedua tahapan ini bertujuan untuk menggali pemahaman, integritas, serta kesiapan peserta dalam mendukung dan menjalankan program Zona Integritas di Lapas Garut.

Baca Juga  93 Inovasi Pelajar Warnai Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026

Melalui kegiatan ini, Lapas Garut berharap dapat membentuk tim Zona Integritas yang solid, berintegritas tinggi.

Serta mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.