Warga Apresiasi Satgas Citarum Harum, Bina Atasi Sampah, Dukung Ketahanan Pangan

TNI POLRI181 Dilihat

Kontrolnews.co -Bandung | Gerakan Citarum Harum menembus ruang Posyandu, warga Kelurahan Margasuka, Kecamatan Babakan Ciparay, memberikan apresiasi tinggi kepada Satgas Citarum Harum. Jum’at, 5 Juni 2026,

Bantuan bibit dan dukungan teknis untuk program Buruan SAE ,Sayuran Enak, Ekonomis, Aman dinilai berhasil mensukseskan kegiatan Posyandu sekaligus menuntaskan sampah dari hulu.

Apresiasi itu mengemuka usai gelaran apel “Agent of Change Kota Bandung” di Lapangan Kampung Melati Bangkit, Margasuka. Apel menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan program lingkungan berbasis masyarakat.

“Kami Sangat Bersyukur Bantuan Nyata Turun”, Ketua Posyandu Kelurahan Margasuka Yani Suryani tak menutupi rasa terima kasihnya. Kehadiran personel Satgas Citarum Harum, katanya, membawa perubahan nyata yang langsung dirasakan.

Hal tersebut diucapkan Yani Suryani selaku Ketua Posyandu Kelurahan Margasuka, Kecamatan Babakan Ciparay. Pihaknya sangat bersyukur, hadirnya Satgas Citarum Harum telah memberikan bantuan penunjang pelaksanaan Buruan SAE.

Baca Juga  Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Bantuan itu tidak berhenti di bibit. Satgas Citarum Harum turun mendampingi warga agar Buruan SAE benar-benar produktif dan berkelanjutan.

Diketahui, Buruan SAE di Kampung Melati Bangkit (KMB) Margasuka bukan program tunggal. Ini bagian dari rangkaian penuntasan sampah secara mandiri yang di inisiasi Satgas Citarum Harum

Mekanismenya sederhana tapi berdampak panjang:

1. Warga pilah sampah dari sumbernya di rumah masing-masing. Sampah anorganik dipisah, sampah organik dikumpulkan.

Baca Juga  Polda Jabar Maksimalkan Pengamanan Laga Ketiga Persib Bandung di Piala Presiden 2026

2. Sampah organik diolah jadi pupuk kompos menggunakan loseda dan media fermentasi yang disediakan Satgas.

3. Hasil kompos dipakai untuk Buruan SAE di pekarangan Posyandu dan rumah warga. Sayuran sehat dipanen untuk konsumsi balita dan warga.

4. Dampak ganda tercipta, volume sampah ke TPA berkurang, ketahanan pangan keluarga menguat, dan penanggulangan stunting wilayah berjalan lewat asupan gizi balita.

Satu gerakan, tiga masalah selesai, sampah, pangan, dan stunting.

Citarum Harum masuk ke dapur warga, keberhasilan Buruan SAE di Posyandu Margasuka membuktikan arahan dari Satgas Citarum Harum, dimana warga tidak hanya menjaga aliran sungai, tapi juga menjaga aliran gizi keluarga.

Baca Juga  Polisi Gagalkan Peredaran Ribuan Butir Obat Keras Tanpa Izin di Tarogong Kidul

RW percontohan pengelolaan sampah kini bertransformasi jadi RW percontohan ketahanan pangan. Model Kampung Melati Bangkit ini diharapkan direplikasi RW lain terkusus yang berada di wilayah kerja Sektor 9, umumnya sektor sektor lainnya yang ada di Jawa Barat.

Dengan pendampingan Satgas Citarum Harum dan kesadaran warga yang terus tumbuh, program Buruan SAE di Posyandu menjadi bukti. Mengatasi Citarum harus dimulai dari hulu, dari rumah, dari dapur warga sendiri.