Diduga Tidak Bisa Berenang Tiga Mahasiswa STAI Kediri Meninggal di Pantai Klui

TNI POLRI240 Dilihat

Kontrolnews.co – Lombok Utara | Telah terjadi insiden tenggelamnya lima (5) orang Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Amin Kediri Lombok Barat saat sedang berenang di Pantai Klui Dusun Klui Desa Malaka Kabupaten Lombok Utara, Minggu (02/10/2022)

Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta, S.I.K., M.H membenarkan hal tersebut, saat di konfirmasi media di Mapolres setempat mengatakan awalnya para korban yang berinisial HA umur (19 tahun), DI umur (19 tahun), AP Umur (19 tahun) JI Umur (19 tahun) dan IR Umur (24 tahun) yang kesemuanya adalah mahasiswa Universitas STAI Al Amin Kediri

Baca Juga  Peringati HUT Humas Polri ke-75, Polda NTB Gelar Donor Darah Serentak Targetkan 300 Lebih Kantong Darah

“Sedang berenang di pantai Klui, namun tiba – tiba terdapat satu (1) orang temannya yang tenggelam ketika sedang berenang” tutur Sudarmanata

Sambung Kapolres, kemudian lima teman korban tersebut berusaha membantu temannya yang tenggelam tersebut. Namun saat melakukan bantuan dua orang mengalami kelelahan dan lemas .

“Sehingga ikut tenggelam” beber orang nomor satu di Polres Lombok Utara ini

Baca Juga  Bandung Kondusif Pasca Kerusuhan Dago, Belasan Anggota Polisi Alami Luka - Luka

Kapolres menambahkan, Selanjutnya para korban yang selamat, berinisial JN Umur (19 tahun), alamat Bonder Loteng, dan MI Umur (24 tahun), alamat Lembar Lombok Barat dibawa ke Puskesmas Nipah untuk mendapatkan penanganan medis, sedangkan ke 3 korban yang meninggal dunia inisial EA Umur (19 tahun), alamat Kediri Selatan Lobar, DI Umur (19 tahun), alamat Sekotong Lendang Luar Lobar, kemudian AP Umur (19) alamat Jonggat Loteng juga sudah berada di Puskesmas Nipah untuk menunggu pihak keluarga

Baca Juga  Polisi Tangkap Dokter di Bandung yang Tega Cabuli Anak Kandung Berusia Balita

“Insiden tenggelamnya para Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kediri tersebut diduga karena para korban tidak bisa berenang dan terseret ombak ke tengah laut” pungkas Pamen berpangkat dua melati di pundak ini