Sektor 7 Cek Pertumbuhan Cabai Hasil Perpaduan BIOS 44 dengan Abu Sisa Pembakaran MOTAH-1

TNI POLRI166 Dilihat

Kontrolnews – Kab Bandung | Komandan Sektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.M.Si pengecekan tanaman cabai yang pada saat pemupukannya di berikan Bios 44 serta di campur abu sisa pembakaran dari Mesin Olah Runtah Siliwangi (MOTAH-1) bertempat di demplot Bios Baleendah Kp. Punclut Desa Rancamanhar, Baleendah, Kabupaten Bandung. Kamis (09/03/22).

Dari hasil pengecekan ternyata campuran antara Bios 44 dengan abu sisa pembakaran sampah MOTAH-1 tanaman lebih tinggi dan daunnya lebih lebar, di bandingkan dengan tanaman yang tidak memakai pupuk ramah lingkungan.

Baca Juga  Sayidati Khadijah Jadi Inspirasi Bhayangkari NTB dalam Mendampingi Suami

Kolonel Caj (K) Nurjanah mengatakan, pada pekan kemarin kami berekperimen pada tanaman cabai menggunakan campuran pupuk Bios 44 dengan abu hasil pembakaran sampah hasil dari pengolahan MOTAH-1.

“Mesin tersebut merupakan inovasi kolaborasi, antara pelaku usaha, unsur wilayah dan kami Satgas untuk penuntasan permasalahan sampah yang ada di wilayah Sektor 7,” ucapnya.

Baca Juga  Polisi Amankan Puluhan Botol Miras, Penjual Ditangkap Saat Transaksi COD dengan Petugas yang Menyamar sebagai Pembeli

Dilanjutkannya, kami berfikir bagaimana caranya agar semua hasil dari pengolahan sampah ini tidak ada sisa yang terbuang, melainkan menjadi sesuatu yang bisa di manfaatkan kembali.

“Makanya kami mencoba untuk bekerja sama dengan ITB untuk dilakukan penelitian laboratorium, dari hasil tersebut kami masih tahap percobaan, maknya kami selalu melakukan pengecekan pada tanaman tersebut terkait tumbuh kembangnya sampai seperti apa,” terangnya.

Baca Juga  Tak Kenal Lelah, Tim Kesehatan Polda NTB Layani Warga di Pelosok Ende

“Semoga, apa yang kami upayakan, baik terkait sampahnya dapat terselesaikan dengan sempurna dan untuk sisa pembakaran dari pengolahan mesin yang ada pun benar-benar abunya bisa di manfaatkan kembali menjadi pupuk,” harapnya.

(Pendam III/Siliwangi)