Kontrolnews.co – Lombok Timur, NTB | Dinilai tidak transparan dalam mengelola administrasi dan anggaran Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Lombok Timur, Anggota PWI Lotim Syamsurrijal meminta Ketua dan pengurus PWI Lotim untuk lebih terbuka terkait dana hibah yang bersumber dari Pemkab Lotim tahun 2020, 2021 dan tahun 2022.
Dikatakannya sampai hari ini saya tidak mengetahui berapa besaran nominal dana hibah dari Pemkab Lotim yang terealisasi untuk PWI Lotim dan digunakan untuk apa saja dan ini harus jelas karena PWI merupakan organisasi besar dan tertua di Indonesia bukan organisasi yang baru lahir, dan di Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangganya ( ART ) PWI juga sudah jelas, ujarnya Senin, 12 / 9 di Selong.
Ia juga menyatakan sebagai anggota PWI Lotim tidak pernah diajak rapat kerja untuk membahas program kerja PWI Lotim setiap tahun, seolah – olah saya ini tidak dianggap sebagai anggota, dan saya berharap kepada pengurus PWI berhati – hati menggunakan anggaran, dan ini sebagai WARNING saja dan saya hanya mengingatkan saja, pungkasnya.
Ketua PWI Lotim Ratna saat di konfirmasi lewat telpon selulernya menyatakan dirinya sedang pergi berobat dan cek kesehatannya dimataram, dan ini kata dia ( Ratna ) merupakan masalah internal kami di PWI dan mungkin teman – teman merasa belum tersentuh saja, dan mempersilahkan untuk kekantor besok dan saya tunggu katanya seraya menutup pembicaraan lewat telpon.
Sedangkan Sekretaris PWI Lotim Hasanah Efendi yang di konfirmasi wartawan via telpon mengatakan silahkan konfirmasi dengan ketua saja, ungkapnya.
Selanjutnya Dewan Kehormatan PWI Lotim Zulhairi yang dihubungi lewat telpon jawabannya sedang zoom meeting, jawabnya.
Menurut Kabid Anggaran BPKAD Pemda Lotim Mufachir menjelaskan bahwa dana hibah yang terealisasi untuk PWI Lombok Timur, tahun 2020 sebesar 100 juta rupiah, tahun 2021 sebesar 250 juta rupiah dan tahun 2022 sebesar 250 juta rupiah, jumlah semuanya total sudah 600 juta rupiah.




