Kontrolnews.co Cibinong – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan melalui kebijakan Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan. Berdasarkan rekapitulasi terbaru, luas hutan kota di Kabupaten Bogor telah mencapai 177,26 hektare dengan jumlah pohon tertanam sebanyak 67.696 pohon.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor memperluas ruang terbuka hijau sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan di tengah pertumbuhan penduduk, pembangunan, dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.
Kebijakan satu hektare hutan kota di setiap kecamatan merupakan tindak lanjut Instruksi Bupati Bogor Nomor 100.4.4.2/910-DLH tentang Percepatan Program Penanaman Pohon Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan yang diterbitkan pada 31 Desember 2025.
Sejak program tersebut berjalan, pembangunan hutan kota dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai perangkat daerah serta pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.
Berdasarkan rekapitulasi terbaru, sejumlah kecamatan bahkan telah mengembangkan kawasan hutan kota melebihi target minimal satu hektare. Kecamatan Tajur Halang tercatat memiliki luas hutan kota terbesar, yakni 15,29 hektare dengan jumlah 17.405 pohon.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan hutan kota tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan penanaman pohon, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mencakup perawatan, pemeliharaan, dan perlindungan terhadap pohon yang telah ditanam.
“Apa yang kita tanam hari ini bukan untuk diri kita, tetapi untuk anak cucu kita. Tuhan menciptakan manusia setiap detik, tetapi dunia hanya satu. Kita mulai dari tanah yang kita pijak, Kabupaten Bogor, untuk Indonesia yang lebih baik,” kata Rudy.
Menurut Rudy, keberhasilan pembangunan hutan kota tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang berhasil ditanam atau luas lahan yang berhasil dihijaukan. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dengan baik dan kawasan hijau yang telah dibangun dapat terus dijaga.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong agar kegiatan penanaman diikuti dengan perawatan, pemeliharaan, dan pengawasan secara berkala. Pendekatan tersebut penting agar program penghijauan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Dengan capaian terbaru tersebut, luas hutan kota Kabupaten Bogor meningkat sekitar 20,82 hektare dibandingkan capaian 156,44 hektare pada April 2026. Sementara jumlah pohon yang tertanam meningkat sebanyak 22.544 pohon, dari sebelumnya 45.152 pohon menjadi 67.696 pohon.
Rudy menegaskan bahwa pembangunan hutan kota merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Bogor. Keberadaannya diharapkan dapat membantu menjaga kualitas udara, memperkuat fungsi resapan air, menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus menghadirkan ruang hijau yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengajak seluruh unsur masyarakat, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan kota yang telah dibangun.
Sebab, keberhasilan program hutan kota bukan hanya tentang berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi tentang berapa banyak pohon yang berhasil tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Dengan luas 177,26 hektare dan 67.696 pohon tertanam, Pemerintah Kabupaten Bogor terus membangun fondasi Kabupaten Bogor yang hijau dan berkelanjutan.( TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR )





Komentar