Investasi Kabupaten Bogor Tembus Rp13,72 Triliun, Jadi Magnet Investasi Jawa Barat

Berita25 Dilihat

Kontrolnews.co Cibinong — Kabupaten Bogor semakin menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu tujuan investasi utama di Jawa Barat. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Kabupaten Bogor mencapai Rp13,72 triliun dan menyerap 25.502 tenaga kerja.

 

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di peringkat ketiga realisasi investasi dan peringkat kedua penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat.

 

Angka ini sekaligus menjadi gambaran bahwa aktivitas investasi di Kabupaten Bogor mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesempatan kerja masyarakat.

 

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, capaian investasi tersebut tidak semata-mata harus dilihat sebagai angka ekonomi, tetapi sebagai bentuk kepercayaan dunia usaha terhadap Kabupaten Bogor.

 

Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk kepercayaan. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jaga dengan terus memperbaiki pelayanan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha.

 

Menurut Rudy, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan dunia usaha mendapatkan lingkungan yang memungkinkan kegiatan investasi berjalan dengan baik.

Baca Juga  Aktivis Jabar Dorong Ketum PAN Copot Ketua Fraksi PAN DPRD KBB, Soroti Dugaan Mangkir Tugas

 

“Kita ingin investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor tidak berhenti pada nilai investasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.” ujarnya.

 

Pada Triwulan II 2026, realisasi investasi Kabupaten Bogor tercatat sebesar Rp6,59 triliun, berasal dari 3.070 perusahaan dengan 8.872 proyek. Investasi tersebut menyerap 12.509 tenaga kerja, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,75 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,84 triliun.

 

Rudy Susmanto menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Justru, meningkatnya investasi harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan investor yang sudah masuk maupun menarik investasi baru.

 

“Rp13,72 triliun bukan garis akhir. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jawab dengan kerja yang lebih baik. Pelayanan harus semakin cepat, perizinan semakin sederhana, infrastruktur semakin baik, dan konektivitas semakin kuat.”

Baca Juga  Perumda Pasar Tohaga Segera Hadirkan Bioskop di Pasar Leuwiliang

 

Investasi Kabupaten Bogor pada Triwulan II 2026 tersebar di berbagai sektor. Sektor Perumahan dan Kawasan Industri mencatat investasi terbesar sebesar Rp2,76 triliun.

 

Berikutnya, sektor Jasa Lainnya mencapai Rp1,07 triliun, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp605,52 miliar, Industri Makanan Rp338,47 miliar, serta Perdagangan dan Reparasi Rp293,42 miliar.

 

Dari sisi tenaga kerja, Industri Kimia dan Farmasi menjadi sektor dengan penyerapan terbesar sebanyak 1.904 orang, disusul Perdagangan dan Reparasi sebanyak 1.753 orang serta Industri Logam, Mesin dan Elektronika sebanyak 1.631 orang.

 

Menurut Rudy, keberagaman sektor investasi menjadi modal penting bagi penguatan ekonomi Kabupaten Bogor. Aktivitas industri, perdagangan, jasa, transportasi, kawasan perumahan dan sektor lainnya dapat saling menggerakkan perekonomian daerah.

 

Pemerintah Kabupaten Bogor menilai ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya bukan hanya besarnya modal yang masuk, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.

Baca Juga  Disparekraf Kabupaten Bogor Perkuat Kompetensi Pengelola Desa Wisata

 

“Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa rupiah yang masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi berapa banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi tersebut.” katanya.

 

Karena itu, peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, pertumbuhan UMKM, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

 

Dengan capaian Semester I 2026, Kabupaten Bogor memiliki modal kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

 

“Kita bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dunia usaha. Tetapi pekerjaan kita belum selesai. Momentum ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan agar pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor.” pungkasnya. ( Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor )

Komentar