Kebakaran Hutan Pinus di Dusun Bayem Tulakan Ngawi, Koramil Sine Bersama Polsek dan Warga Lakukan Pencegahan

Berita Jatim76 Dilihat

Kontrolnews.co – Ngawi | Anggota Koramil 0805/10 Sine bersama Polsek Sine, Perhutani, perangkat desa, relawan, dan masyarakat melakukan pemantauan serta upaya pencegahan perluasan kebakaran hutan pinus di Petak 1 RPH Salam, BKPH Lawu Utara, tepatnya gunung liliran yang terletak di Dusun Bayem, Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan setelah Koramil Sine dan Polsek Sine menerima laporan melalui sambungan telepon dari Mantri KPH Salam, P. Gunawan, sekitar pukul 12.30 WIB. Laporan itu menyebutkan adanya kebakaran lahan hutan pinus yang berpotensi meluas hingga menjangkau kawasan hutan produksi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Koramil Sine, Polsek Sine, relawan, perangkat desa, dan masyarakat segera menuju lokasi untuk memantau perkembangan api sekaligus melakukan upaya pengendalian agar kebakaran tidak semakin meluas.

Petugas Membuat Ilaran untuk Menghambat Perluasan Api

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, api mulai meluas dan telah menjangkau kawasan hutan produksi di Petak 1 RPH Salam, BKPH Lawu Utara. Lokasi kebakaran berada pada koordinat -7,4756693, 111,1513732.

Untuk mencegah api menjalar lebih jauh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan melakukan upaya pengendalian dengan membuat ilaran atau jalur sekat bakar guna menghambat pergerakan api.

Sekitar pukul 13.30 WIB, kawasan hutan produksi yang menjadi sasaran pengamanan berhasil dilindungi dari jangkauan api melalui upaya tersebut.

Meski demikian, berdasarkan laporan petugas di lapangan, titik api mulai bergerak naik menuju kawasan Gunung liliran di BKPH Lawu Utara, yang juga merupakan kawasan hutan produksi.

Penanganan di area tersebut menghadapi kendala karena akses menuju titik api sulit dijangkau dan terdapat risiko pohon pinus tumbang. Kondisi ini menjadi perhatian petugas dalam melaksanakan pemantauan dan pengendalian kebakaran.

Danramil Sine Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kewaspadaan

Danramil 0805/10 Sine, Kapten Cba Ahmad Mubangit, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan.

Menurutnya, respons cepat terhadap laporan kebakaran menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko meluasnya api, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan hutan produksi dengan akses yang terbatas.

“Penanganan kebakaran hutan membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengapresiasi keterlibatan Polsek, Perhutani, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemantauan serta upaya pencegahan agar api tidak semakin meluas. Keselamatan personel dan warga juga harus menjadi prioritas,” jelas Danramil

Kepala Desa Tulakan Ajak Masyarakat Bersama-sama Menjaga Hutan

Sementara itu, Kepala Desa Tulakan, Drs. Wiyono, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan serta berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, informasi mengenai kemunculan asap atau titik api perlu segera disampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lingkungan sekitarnya. Apabila melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada pemerintah desa, petugas Perhutani, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas agar dapat segera ditindaklanjuti. Jangan melakukan tindakan berbahaya di area kebakaran yang sulit dijangkau,” tegasnya.

Lahan Hutan Pinus Terdampak Diperkirakan Dua Hektare

Berdasarkan laporan awal kegiatan, kebakaran berdampak pada lahan hutan pinus di Petak 1 dengan luas sekitar dua hektare. Angka tersebut merupakan estimasi awal yang masih perlu dipastikan melalui pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Pemantauan terhadap perkembangan api menjadi perhatian utama, terutama karena titik api dilaporkan bergerak menuju kawasan Gunung liliran yang sulit diakses dan memiliki risiko pohon tumbang.

Sinergi antara TNI, Polri, Perhutani, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat diharapkan

Komentar