Kontrolnews.co – Bogor | Dalam semangat Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, sosok perempuan tangguh dan inspiratif kembali menjadi sorotan.
Salah satu figur yang layak mendapat apresiasi tinggi adalah Maryati Dona Hasanah, S.H., M.H., seorang praktisi hukum dan aktivis organisasi asal Bogor yang membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar, bahkan memimpin di berbagai bidang strategis.
Perjalanan hidup Maryati mencerminkan ketekunan dan komitmen terhadap pendidikan serta pengabdian masyarakat. Menempuh pendidikan hukum di Universitas Djuanda hingga meraih gelar Magister Hukum (M.H.), saat ini ia tengah menempuh Program Doktor Hukum di universitas yang sama.
“Bagi saya, pendidikan bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang tanggung jawab untuk membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperjuangkan keadilan,” ujar Maryati.
Dalam kiprah profesionalnya, Maryati dikenal sebagai advokat dengan integritas tinggi. Tak heran jika kapasitas kepemimpinannya juga diakui di dunia usaha, di mana ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bogor.
“Perempuan tidak boleh ragu untuk mengambil peran strategis. Kepemimpinan perempuan bukan pelengkap, melainkan bagian penting dari pembangunan,” tegasnya.
Keberhasilan Maryati Dona Hasanah dalam menyeimbangkan peran sebagai akademisi, praktisi hukum, dan pemimpin organisasi mendapat apresiasi khusus dari Bambang Pradityo, S.H., selaku Founder Kantor Hukum BP & Partner sekaligus Direktur Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM) Cibinong.
Menurut Bambang, sosok Maryati adalah representasi nyata dari nilai-nilai perjuangan Kartini di era modern yang penuh tantangan.
”Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas dedikasi Ibu Maryati Dona Hasanah. Beliau bukan sekadar praktisi hukum, melainkan motor penggerak yang membuktikan bahwa perempuan Bogor mampu menembus batasan di sektor formal maupun sosial. Semangat beliau dalam melanjutkan studi doktoral dan memimpin KADIN adalah inspirasi bagi kita semua di dunia penegakan hukum dan organisasi,” ujar Bambang Pradityo, S.H.
Sosok Maryati mencerminkan semangat Raden Ajeng Kartini dalam konteks kekinian. Ia hadir sebagai Kartini modern—perempuan yang cerdas secara intelektual, tangguh secara mental, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kisah Maryati menjadi pengingat bagi generasi perempuan, khususnya di Bogor, bahwa pendidikan adalah kunci utama perubahan dan kepemimpinan perempuan adalah sebuah kebutuhan bagi kemajuan bangsa.
Selamat Hari Kartini. Perempuan Indonesia terus bergerak, memimpin, dan menginspirasi.




