Kontrolnews.co – Bandung | Sektor 22 Satgas Satgas Citarum Harum bersama dinas terkait beserta siswa KKN IPDN dan Gober Kelurahan Sukaraja lakukan pembongkaran bangunan liar di sepadan Sungai Cibeureum Kelurahan Sukaraja Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Sabtu (12/03/22).
Kegiatan diawali Apel Pagi yang dipimpin Bamin Sektor 22 Serka Agung Purnama mewakili Dansektor Kol. Inf. Eppy Gustiawan untuk mamastikan kesiapan personil dan memberikan arahan agar pembongkaran mengutamakan kehumanisan.
35 Personil gabungan nampak semangat untuk melaksanakan tugas dalam merealisasikan program Citarum Harum yang mengacu pada Perpres No. 15 Tahun 2018.
Pada kesempatan tersebut, Serka Agung Purnama menyampaikan, Penataan bantaran sungai bertujuan dalam rangka menormalisasi sungai kembali pada fungsinya dan minggu depan akan ada perbaikan Kirmir yang roboh, oleh DSDABM Kota Bandung.
“Hari ini kita membantu membongkar 7 unit bangunan liar yang memang sidah ditinggalkan oleh pemiliknya. Namun kami tetap berkoordinasi dengan para pemilik bangunan saat mau melakukan pembongkaran”. Ucap Serka Agung.
“Dengan adanya penataan bantaran sungai ini, kita bisa melakukan perawatan dan pemeliharaan sungai”. Jelasnya.
Serka Agung menegaskan, Sesuai Permen No. 28/PRT/M/2015 Penetapan Garis Sepadan Sungai dan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2011 Tentang Sungai.
“Sungai itu ada batas – batasnya sehingga harus ditertibkan”. Tegasnya.
Selama Pembongkaran bangunan liar, Agung mengatakan, di bantaran Sungai Cibeureum Sukaraja Cicendo, berjalan aman, lancar dan kondusif.
“Dalam hal ini mereka menyadari bahwa mereka membangun di tempat yang tidak semestinya dan mereka tidak keberatan saat bangunannya kami bantu untuk di bongkar”. Katanya.
Sementara itu, Menurut Lurah Sukaraja Evy Oktaviyanti, S.STP., MM, bahwa Program Citarum Harum tentunya bermanfaat untuk kita di aparat kewilayahan karena yang pertama kita sebagai yang punya wilayah kemudian dengan warga masyarakat yang dijembatani oleh Citarum Harum.
“Dimana kita ketahui tugas Citarum Harum ini untuk membantu dalam merealisasikan program ODF 100% yang dimana warga masyarakat yang masih membuang hajatnya kesungai bisa di bantu untuk kita lakukan pendampingan”. Tuturnya.
Kaitannya dengan Citarum Harum, Evy mengatakan, fungsi dan tugasnya sesuai instruksi presiden dimana anak dan cucu sungai harus di buat harum sehingga sungai kembali pada fungsinya.
Banyaknya pelanggaran di bantaran sungai, Evy menyampaikan, dengan adanya satgas Citarum harum merasa terbantu karena sebagai modal kekuatan, sebagai faktor dari kepatuhan warga masyarakat.
“Misalkan tidak dengan kerja sama yang baik tentunya kalau aparat kewilayahan sendiri tidak mungkin, jadi masih sangat butuh dengan Satgas Citarum Harum”. Tandasnya.
(Red)




