Panen Raya 17,7 Ton Ayam, Lapas Garut Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pembinaan Produktif

Berita25022 Dilihat

Kontrolnews – Garut |Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Melalui program pembinaan kemandirian di bidang peternakan, Lapas Garut berhasil memanen 17.742 kilogram atau 17,7 ton ayam pedaging dengan melibatkan tujuh warga binaan di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Panen yang berlangsung secara bertahap pada 8–14 Oktober 2026 tersebut menghasilkan 8.990 ekor ayam dari populasi awal sebanyak 9.400 ekor, dengan bobot rata-rata 1,97 kilogram per ekor.

Dari populasi tersebut, sebanyak 50 ekor turut disalurkan kepada masyarakat sekitar Lapas sebagai bentuk kepedulian sosial, sedangkan 360 ekor lainnya tercatat mengalami kematian selama masa pemeliharaan.

Keberhasilan ini merupakan hasil pengelolaan peternakan melalui kerja sama dengan PT Barokah Restu Utama, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam Lapas mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata.

Baca Juga  Bupati Bogor Matangkan Persiapan Peparda VII Jabar 2026 Sekaligus Rencana Pembangunan Rumah Istimewa Bagi Para Atlet

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam menyukseskan program prioritas Kemenimipas, khususnya penguatan ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan.

“Panen 17,7 ton ayam ini bukan sekadar capaian produksi, melainkan bukti bahwa warga binaan mampu menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan. Kami ingin Lapas menjadi ruang pembinaan yang produktif, tempat warga binaan memperoleh keterampilan, membangun kemandirian, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Rusdedy.

Baca Juga  16 Tahun Menanti Dalam Diam, 109 KK Transmigran Jeringo Akhirnya Genggam SHM: "Bukan Cuma Surat Tanah, Ini Masa Depan Kami!

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Asep Supriatna, menjelaskan bahwa keterlibatan tujuh warga binaan dalam kegiatan peternakan menjadi sarana pembelajaran langsung, mulai dari pemeliharaan, pengelolaan pakan, pengawasan pertumbuhan hingga proses panen.

“Kami tidak hanya mengejar hasil produksi, tetapi juga memastikan setiap proses menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan. Harapannya, pengalaman ini dapat membuka peluang usaha maupun pekerjaan setelah mereka kembali ke masyarakat,”ungkap Asep.

Baca Juga  Tak Perlu ke Jakarta, RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane

Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi melalui kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pemberian premi kepada warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui capaian tersebut, Lapas Garut terus memperkuat perannya sebagai institusi pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan.

Dari balik tembok Pemasyarakatan, lahir kontribusi nyata bagi ketahanan pangan sekaligus harapan baru bagi masa depan warga binaan.

Komentar