Pemkab Bogor Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat, Dorong Sinergi Lintas Sektor

Berita41 Dilihat

Kontrolnews.co Cibinong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pembudayaan hidup sehat melalui sinergi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Bogor, pada Rabu (26/8/26).

 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Irman Gapur, menambahkan bahwa penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi menjadi salah satu tantangan kesehatan yang harus mendapat perhatian bersama.

 

“Sebagian besar penyakit tidak menular sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, peningkatan derajat kesehatan masyarakat bukan hanya mengenai akses terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga perubahan perilaku,” ungkapnya.

 

Irman menekankan bahwa perilaku hidup sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab individu.

 

Diperlukan gerakan terpadu yang melibatkan berbagai sektor sehingga perilaku sehat dapat tumbuh menjadi norma dan budaya di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, kondisi geografis dan besarnya jumlah penduduk menjadi tantangan sekaligus membutuhkan kolaborasi dalam membudayakan perilaku hidup sehat.

Baca Juga  Pemkab Bogor Berhasil Bertengger di Peringkat 3 Investasi dan Peringkat 2 Penyerapan Tenaga Kerja di Jawa Barat

 

Ia menjelaskan, selain fasilitas pelayanan kesehatan, Kabupaten Bogor juga memiliki sekitar 5.000 posyandu yang menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat.

 

Katanya, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih menjadi tantangan. Berdasarkan data yang ada, capaian perilaku hidup sehat masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.

 

“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup sehat secara maksimal. Berbagai upaya terus kami lakukan. Walaupun belum semuanya tercapai, kami terus bekerja keras dan membuka ruang sinergi serta kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

 

Pihaknya juga menekankan pentingnya penguatan advokasi, koordinasi, manajemen tempat kerja serta keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

 

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya kebijakan, lingkungan dan perilaku yang mendukung kesehatan sekaligus meningkatkan efektivitas pemantauan terhadap berbagai program pembudayaan hidup sehat yang telah berjalan.

 

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, fasilitas kesehatan, sekolah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan, Pemkab Bogor optimistis gerakan pembudayaan hidup sehat dapat semakin kuat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga  Cek Pelayanan Publik dan Antisipasi Dampak Kemarau, Wakil Bupati Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Optimal

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor yang semakin sehat dan mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor yang maju dan istimewa.

 

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Yura, menegaskan bahwa pembudayaan hidup sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.

 

Ia mengatakan terjadi perubahan pola penyakit, dari sebelumnya lebih banyak didominasi penyakit infeksi menjadi penyakit tidak menular. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan perilaku dan pola hidup masyarakat.

 

“Pembudayaan hidup sehat bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Instansi lain juga memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, baik sekolah, fasilitas kesehatan, tempat kerja maupun lingkungan lainnya,” katanya.

 

Baca Juga  Pertahankan Gelar Juara 1 Jamsostek Award NTB 2026, Lombok Timur Lindungi 30 Ribu Pekerja Rentan

Yura berharap hasil kegiatan dapat diterapkan di masing-masing instansi dan lingkungan kerja untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat.

 

“Kesehatan rakyat merupakan pondasi kekuatan negara. Rakyat yang sehat akan mendukung terwujudnya negara yang kuat,” tegasnya.

 

Selanjutnya, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Tanita Sakira, memaparkan implementasi pembudayaan hidup sehat di berbagai tatanan.

 

Ia menjelaskan bahwa konsep PHBS kini terus dikembangkan menjadi pembudayaan hidup sehat dengan pendekatan yang lebih luas.

 

Pembudayaan hidup sehat dilakukan melalui berbagai tatanan, termasuk rumah tangga, sekolah, tempat kerja dan fasilitas kesehatan.

 

“Pembudayaan hidup sehat membutuhkan dukungan berbagai pihak. Peningkatan literasi digital juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk melalui media informasi dan layanan informasi masyarakat,” jelasnya. ( Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor )

Komentar